Bonus PON dan Peparnas 2024 Belum Lunas, Atlet Riau Gelar Aksi Damai

banner 468x60

 

Inforiau.ID, PEKANBARU – Pelatih dan atlet berprestasi PON dan Peparnas 2024 menggelar aksi damai di Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

banner 338x250

Sekitar 150 orang mengikuti aksi tersebut dengan titik kumpul di Tugu Tanjak Stadion Utama Riau. Aksi dikoordinatori Darman Hutauruk dan Dariswan Koto.

Dalam aksinya, massa dari sejumlah cabang olahraga menyampaikan tuntutan melalui spanduk yang dibawa. Di antaranya cabor tenis meja, catur, wheelchair fencing, angkat berat, bulu tangkis, blind judo dan atletik.

Salah satu spanduk yang dibawa massa bertuliskan, “TUNTUT BONUS PON KAMI YANG TERTUNDA! Prestasi diapresiasi dengan tindakan bukan penundaan.”

Selain itu, massa juga menyampaikan pesan bahwa mereka telah menunggu pembayaran bonus selama dua tahun.

“Pelatih dan atlet PON dan Peparnas berduka. Tolong cairkan bonus PON dan Peparnas 2024, sudah 2 tahun kami sabar menunggu,” demikian tulisan dalam salah satu poster massa.

Dalam orasinya, massa mempertanyakan pembayaran bonus yang dilakukan secara bertahap. Mereka meminta Pemerintah Provinsi Riau memberikan kepastian mengenai waktu pencairan sisa bonus yang belum dibayarkan.

“Kami datang ke sini hanya dengan aksi damai, kami hanya meminta hak kami segera ditanggapi, sudah bosan kami menunggu, segera cairkan bonus kami,” ujar massa dalam orasinya.

Massa juga mempertanyakan alasan keterbatasan anggaran yang menyebabkan pembayaran bonus dilakukan secara bertahap. Mereka menyebut sisa bonus sebelumnya sempat dijanjikan dapat dituntaskan pada tahun 2026.

“Katanya keterbatasan anggaran, sehingga pencairan dilakukan secara bertahap, namun nyatanya sisa dari semula yang akan dijanjikan pembayarannya dalam pertengahan tahun, mengapa target pencairannya berulang bergeser,” seru massa.

Para atlet menegaskan, tuntutan tersebut merupakan upaya memperjuangkan hak mereka setelah memberikan prestasi bagi Provinsi Riau.

“Kami hanya menuntut hak kami sebagai atlet, sudah 2 tahun belum juga pencairan, cairkan segera,” tegas massa.

Kekecewaan juga disampaikan melalui kondisi perlengkapan latihan yang mereka gunakan.

“Baju kami sudah usang, keringat kami sudah kering, tapi bonus kami belum juga dibayarkan, sampai kapan kami menunggu,” ujar massa.

Usai menyampaikan aspirasi, massa kemudian diterima Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si., didampingi Kasatpol PP Provinsi Riau Sri Sadono Mulyanto, M.Han.

Dalam pertemuan tersebut, Yurnalis menyampaikan bahwa proses pencairan bonus telah mendapat tanda tangan pimpinan dan kini masih menunggu arahan lebih lanjut.

“Terima kasih pada saudara-saudara sekalian, terkait bonus sudah diteken pimpinan, tinggal menunggu arahan,” kata Yurnalis.

Ia mengatakan, pencairan sisa bonus akan diupayakan segera, namun pelaksanaannya tetap bergantung pada ketersediaan keuangan daerah.

“Pembayaran bonus baru mencapai 45 persen dari total yang dijanjikan, sisanya 55 persen masih dalam proses menunggu kepastian anggaran,” ujarnya.

Penjelasan tersebut kemudian ditanggapi Korlap aksi Darman Hutauruk. Ia menyebut para atlet dan pelatih telah berulang kali menunggu serta mendatangi pihak Dispora Riau untuk mempertanyakan kejelasan pembayaran.

“Selama ini kami bersama saudara-saudara atlet sudah banyak menunggu dan sudah beberapa kali menjumpai bapak Kadispora, tapi tidak ada juga kejelasan, dan pada kesempatan hari ini kami ingin menanyakan kapan kepastian dan waktu bonus bisa dicairkan,” kata Darman.

Yurnalis kembali menjelaskan bahwa pembayaran bonus dilakukan secara bertahap lantaran kondisi anggaran daerah. Ia menyebut SK pencairan bonus telah ditandatangani dan kini tinggal menunggu arahan pimpinan.

“Untuk masalah pencairan bonus sudah disampaikan, dikarenakan defisit anggaran, makanya bonus dibayarkan secara bertahap. Untuk SK pencairan sudah diteken tinggal menunggu arahan pimpinan, kapan dan waktu nanti saya tidak bisa janjikan,” jelas Yurnalis.

Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan pimpinan untuk mendapatkan kepastian terkait pencairan sisa bonus tersebut.

“Saya akan segera mungkin menjumpai pimpinan, apa hasilnya nantinya akan saya kabari ke korlap aksi saudara Darman Hutauruk,” ujarnya.

Setelah mendapat penjelasan dari Kadispora Riau, massa pelatih dan atlet berprestasi PON dan Peparnas 2024 kemudian mengakhiri aksi.

banner 970x250