Inforiau.ID, PEKANBARU — Sekitar 500 orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu (GMPB) menggelar aksi damai di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara, Jalan Datuk Wan Abdul Jamal, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Jumat (18/9/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.10 WIB tersebut dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Agel Gandiza, ST.
Namun, kedatangan GMPB kali ini bukan untuk menyampaikan penolakan.
Massa justru membawa dukungan terhadap PT Agrinas Palma Nusantara dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), khususnya terkait penertiban kawasan hutan dan pemberantasan praktik yang disebut massa sebagai mafia tanah di Riau.
Dalam aksi tersebut, massa membawa mobil komando jenis Gran Max Pick Up, pengeras suara, bendera Merah Putih, bendera GMPB, serta sejumlah spanduk.
Salah satu spanduk yang dibentangkan bertuliskan, “NKRI Harga Mati! Bravo Satgas PKH, Bravo PT Agrinas Palma Nusantara, Asta Cita Presiden Harus Berhasil.”
Spanduk lainnya bertuliskan, “Kedaulatan Agraria adalah bagian dari kedaulatan Negara” dan “Kami menyampaikan Terima Kasih kepada PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH.”
Dalam tuntutannya, GMPB menyatakan mendukung langkah PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH dalam menjalankan penertiban kawasan hutan.
Massa juga mendesak aparat penegak hukum dan Satgas PKH menelusuri aliran dana apabila ditemukan dugaan tindak pidana, termasuk menerapkan ketentuan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sesuai peraturan perundang-undangan.
Selain itu, GMPB meminta lahan yang berhasil diselamatkan dan dikelola PT Agrinas Palma Nusantara diprioritaskan untuk program redistribusi dan pemberdayaan masyarakat agar memberikan manfaat bagi petani.
Dalam orasinya, perwakilan petani menyebut aksi tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan apresiasi terhadap kehadiran PT Agrinas Palma Nusantara di Riau.
“Bagi kami, para petani, kegiatan ini merupakan momentum yang sangat berarti dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Agrinas Palma Nusantara atas kehadirannya hingga ke pelosok Provinsi Riau. Kami juga mengapresiasi upaya pemberantasan mafia tanah di wilayah Riau,” ujar perwakilan petani.
Ia berharap PT Agrinas Palma Nusantara terus melakukan penataan lahan dan memperjuangkan pengelolaan lahan yang memberikan manfaat bagi petani.
Dukungan serupa disampaikan perwakilan DPW GMPB.
“Kami mendukung program pemberantasan mafia tanah yang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menindak praktik mafia tanah. Kami juga memberikan dukungan kepada PT Agrinas Palma Nusantara agar terus menjalankan tugas dan programnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Presma Riau mengapresiasi pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian selama aksi berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengawal jalannya orasi sehingga berlangsung dengan aman dan damai. Kami berharap PT Agrinas Palma Nusantara tidak gentar dalam memberantas mafia tanah di wilayah Provinsi Riau,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungan dari para petani serta mengapresiasi hasil kerja Satgas PKH yang, berdasarkan pernyataan massa, dinilai telah memberikan manfaat bagi petani dalam menikmati hasil kebunnya.
Usai menyampaikan aspirasi, massa kemudian diterima perwakilan PT Agrinas Palma Nusantara, Kolonel Purnawirawan Cpm Jepridin Tambusai selaku Humas.
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan tuntutan aksi massa.
Jepridin menyampaikan terima kasih kepada massa GMPB yang telah hadir dan menyampaikan aspirasi secara damai.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan dengan ketulusan hati kami selaku perwakilan PT Agrinas Duta Palma Nusantara kepada seluruh massa aksi yang telah hadir pada hari ini,” ujar Jepridin.
Jepridin mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan tugas PT Agrinas Palma Nusantara selama kurang lebih satu tahun terakhir.
“Dalam kami menjalankan pelaksanaan tugas lebih kurang satu tahun ini, masih banyak kekurangan kami dalam menjalankan tugas,” katanya.
Jepridin juga menyebut pihaknya telah melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang disebutnya sebagai cukong mafia tanah.
“Mungkin dalam satu tahun ini kami sudah banyak menindak cukong-cukong mafia tanah yang terus menyengsarakan rakyat. Dan tadi ada perwakilan petani dari Tambusai Timur sudah merasakan manfaat adanya Agrinas ini di Provinsi Riau,” ujarnya.
Ia berharap dukungan mahasiswa dan petani terhadap PT Agrinas Palma Nusantara dapat terus berlanjut.
“Saya berharap mahasiswa dan petani dapat mendukung PT Agrinas Duta Palma Nusantara dapat menjalankan tugas ke depannya,” ucapnya.










