BENGKALIS – Pemerintah Provinsi Riau melalui Bappeda Riau telah menyiapkan draft awal rencana aksi pemulihan kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar perbatasan dengan Malaysia tahun 2020–2024.
Dalam draft tersebut telah disusun aksi dan penanggung jawab yang berjumlah 13 perangkat daerah. Diantara aksi tersebut adalah peningkatan aksesbilitas, pembangunan/peningkatan infrastruktur dasar, pengembangan potensi ekonomi, pengembangan potensi pariwisata, pengembangan koperasi, sosial, percepatan pemulihan pulau-pulau terluar dan rehabilitasi ekosistem mangrove.
Bappeda Bengkalis bersama sejumlah perangkat daerah menggelar rapat menyikapi rencana aksi penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis.
Rapat dilaksanakan di ruang rapat Zahari Lantai II Bappeda Bengkalis, dibuka Kepala Bidang PPE Bappeda Bengkalis, M Firdaus, Selasa (19/11/2019).
Rapat diikuti sebagian besar pimpinan perangkat daerah maupun diwakili sekretaris dan kepala bidang. Adapun pimpinan perangkat daerah yang hadir adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Herliawan, dPlt Kadis Pertanian H Tarmizi. Turut hadir pejabat fungsional yang juga mantan Kepala Bappeda Bengkalis H Jondi Indra Bustian.
Menanggapi adanya draft rencana aksi tersebut, Jondi Indra Bustian menilai apa yang tertuang dalam rencana aksi sepertinya sudah melebar kemana-mana dan tidak lagi fokus pada poin inti yaitu penanganan abrasi.
Dari apa yang disampaikan Kabid PPE di awal sambutannya, dimana penanganan abrasi untuk Kabupaten Bengkalis hanya 400 meter, menurut Jondi, itu tidak sebanding dengan luas abrasi yang terjadi. Dirinya berhadap agar nantinya perlu ada pembicaraan lagi dengan Bappeda Provinsi Riau agar rencana aksi tidak melenceng dari poin inti.
Sementara Plt. kadis Pertanian H Tarmizi mengatakan, pada prinisipnya dengan waktu yang terbatas ini, pihaknya bersedia mengisi draft rencana aksi tersebut. Namun, perlu juga ditegaskan setelah draft rencana aksi ini diisi, kelanjutannya bagaimana.
Sebelumnya, Firdaus mengatakan paling lambat Jumat depan draft rencana aksi sudah ia terima. “Sebisanya saja apa yang bisa diisi, karena ini juga masih draft. Saran-saran dalam rapat ini nanti disampaikan dan tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan perubahan,†ujar Firdaus.
Salah Draft
Ada kejadian lucu saat rapat rencana aksi sedang berlangsung. Ketika peserta sedang serius-seriusnya menanggapi draft yang dibagikan, ternyata draft tersebut salah. Kesalahan bukan dari Bappeda Bengkalis, melainkan dari Bappeda Provinsi.
“Ini saya baru saja dapat WA draft yang benar. Di sini juga jelas penanggung jawabnya dari kementerian mana,” ujar Firdaus disambut tawa peserta yang hadir.










