SELATPANJANG – Air dan akses jalan menjadi kendala tim gabungan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Sebagaimana diungkapkan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, Minggu (1/3/2020) bahwa saat di lapangan sulitnya mendapatkan sumber air.
Ditambah lagi kata Taufiq, cuaca panas dan disertai angin kencang yang berhembus di karenakan berdekatan dengan laut tidak tertutup kemungkinan dapat menimbulkan kembali titik api dari sisa-sisa kebakaran, karena kemungkinan sisa api masih ada di dalam tanah bergambut.
“Petugas di lapangan kendalanya pada air dan akses jalan. Sementara anggota di lapangan bersama masyarakat harus menggali tanah untuk mendapatkan air dan air tersebut tidak bisa tahan lama dan cepat kering serta harus mencari sumber air di lokasi baru,” ungkap Taufiq.
Dipaparkan kapolres, untuk kondisi terakhir pada Sabtu sekira pukul 18.30 Wib dan titik api di Desa Tanjung Kedabu masih terpantau dan kegiatan pemadaman atau pendinginan sempat dihentikan dan di lanjutkan lagi tadi pagi.
“Kita alat berat sudah ada dari PT SRL seperti yang sebelumnya dilakukan untuk pembuatan embung guna menambahkan sumber air di Desa Bungur. Namun pada saat alat berat bergerak menuju desa Tanjung Kedabu guna menambah embung di TKP namun mengalami kendala yakni, 2 unit alat berat terperosok dan tidak bisa melanjutkan untuk menuju ke Tanjung Kedabu,” paparnya.
Selain itu, 2 alat yang bergerak ke Tanjung Kedabu mengalami rusak dikarenakan terperosok dan sedang dilakukan upaya pergeseran tadi malam guna bisa diarahkan untuk menuju TKP Tanjung Kedabu.
“Pada saat adanya titik api di Desa Bungur dengan adanya 2 alat tersebut bisa diberdayakan guna membuat embung besar sehingga air dapat mudah digunakan untuk memompa ke sumber titik api,” pungkasnya.










