PEKANBARU – Masuknya wabah virus corona atau covid-19 ke Indonesia, berdampak terhambatnya investasi di Provinsi Riau. Meskipun, enam orang suspect corona di Riau belum dinyatakan positif. Rencana kedatangan investor ke Riau pun batal dilaksanakan.
Hal itu diakui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau, Evarefita saat dikonfirmasi GoRiau.com, Senin (9/3/2020). Rencana adanya pertemuan calon investor dari Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat dengan Gubernur Riau, Syamsuar tapi terpaksa ditunda sementara.
“Memang pertemuan dengan calon investor dari ketiga negara tersebut baru rencana. Pertemuan ada yang berlangsung di Pekanbaru dan di Jakarta. Karena adanya wabah virus corona, ditunda sementara pertemuannya,” kata Evarefita.
Rencananya, dikatakan Evarefita, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menawarkan investasi di Bumi Lancang Kuning kepada investor dari Tiongkok dan Malaysia berupa hilirisasi kelapa sawit, sawit, sagu, dan kelapa.
“Kita tidak lagi menawarkan investasi berupa perkebunan lagi. Sementara untuk negara Amerika, baru sebatas konsultasi di Jakarta dan ditunda pertemuannya,” ungkap Evarefita.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menargetkan Pemprov Riau bisa meraih investasi sebesar Rp44 triliun tahun 2020. “Kita melakukan upaya pembinaan dunia usaha yang ada saat ini,” ujar Evarefita.
Terpisah, Gubernur Riau Syamsuar juga mengakui adanya pertemuan yang dibatalkan oleh beberapa pengusaha dari Malaysia yang akan berinvestasi di Riau. Dampak virus corona berpengaruh terhadap masuknya investasi di Riau.
“Konsul Malaysia memberitahukan saya, kalau beberpa pengusahannya mau ke Riau. Tapi tak jadi karena virus corona,” jelas Syamsuar.
Untuk diketahui, bahwa secara nasional Provinsi Riau peringkat keenam untuk pencapaian investasi sepanjang tahun 2019. Target investasi tahun lalu sebesar Rp24 triliun, dengan realisasi sebesar 174,17 persen. Artinya, investasi tahun lalu melebihi target 74,17 persen atau sebesar Rp41,8 triliun.










