SELATPANJANG – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Senyongkong, Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Riau pada Jumat (11/12/2020) masih misterius alias belum diketahui identitasnya.
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh Asun (40) nelayan setempat. Saat ditemukan, kondisi mayat terlungkup, tanpa busana dan sudah mengeluarkan bau tak sedap.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, melalui Kapolsek Rangsang, Iptu Djoni Rekmamora, mengatakan, sementara belum ada warga setempat melapor kehilangan anggota keluarga, dan tidak mengenal jasad korban.
“Saat ini mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Selatpanjang. Hasil pemeriksaan sementara oleh tim medis, tidak ada luka atau tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujar Djoni, Sabtu (12/12/2020).
Djoni menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 06.30 Wib. Saat itu saksi duduk di belakang rumah, persis pinggir pantai.
“Temuan ini kemudian dilaporkan ke kepolisian. Selanjutnya, Subsektor Rangsang Pesisir turun ke TKP dan mengevakuasi korban,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, penemuan sesosok mayat yang terdampar di Pantai Senyongkong, Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti sempat membuat heboh warga sekitar, Jumat (11/12/2020).
Mendengar ada penemuan mayat yang diperkirakan berjenis kelamin laki-laki itu warga pun berduyun-duyun mendatangi lokasi tersebut. Namun tak satupun warga yang datang untuk melihat mengenal mayat yang ditemukan dalam posisi terlungkup itu.
Kepala Desa Tenggayun Raya, Haiwar membenarkan adanya penemuan mayat di wilayahnya. Pihaknya pun belum mendapatkan identitas maupun alamat mayat misterius tersebut. Selain itu dikatakan dirinya juga belum ada mendapatkan laporan mengenai warganya yang hilang.
“Saya mendapatkan kabar tadi pagi jika ada mayat yang tergeletak di Pantai Senyongkong namun identitasnya belum diketahui. Mayat yang ditemukan tanpa busana itu terlihat hanya menggunakan celana dalam berwarna merah. Saat ini kita menunggu pihak kepolisian dan tim medis untuk mengevakuasinya ke RSUD Kepulauan Meranti di Selatpanjang,” kata Haiwar.
Ditambahkan Haiwar, lokasi tempat penemuan mayat tersebut berhadapan dengan lautan luas yakni Selat Melaka yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia sehingga diperkirakan korban tersebut merupakan awak sebuah kapal.
“Lokasi tempat penemuan mayat inikan langsung berhadapan dengan Selat Malaka bisa jadi korban merupakan awak kapal yang terjatuh. Kalau untuk saat ini bisa kami pastikan bukan warga kami, karena kita juga belum ada mendapatkan laporan ada warga yang hilang,” pungkasnya.










