TELUKKUANTAN – Masyarakat Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau kembali menemukan air Sungai Bawang menghitam, Ahad (13/12/2020) siang.
Mereka menduga, air sungai berubah warna karena limbah PT Asia Sawit Makmur Jaya (ASMJ).
“Air sungai menghitam, kami menduga PT ASMJ kembali membuang limbah ke Sungai Bawang,” ujar Andi Nurbai, warga Jake kepada GoRiau.com di Telukkuantan.
Dikatakan Andi Nurbai, menghitamnya air Sungai Bawang bukanlah kali ini saja. Namun, beberapa waktu lalu juga terjadi pencemaran yang berasal dari limbah PT ASMJ.
“Yang kemaren belum tahu ujung pangkalnya lagi. DLH harus menyampaikan hasil sampel yang dikirim ke Pekanbaru. Kita minta itu, sehingga jelas duduk perkara ini. Kemudian, kita juga minta DLH menindak PT ASMJ, sehingga tidak terjadi lagi pencemaran lingkungan,” ujar mantan anggota DPRD Kuansing ini.
Sementara itu, Syahrul selaku KTU PT ASMJ membantah telah terjadi pencemaran sungai di wilayah operasional perusahaannya.
“Tak ada. Siapa yang bilang? Tak ada yang bocor,” ujar Syahrul.
Beberapa waktu lalu, Syahrul menjelaskan bahwa pabrik kelapa sawit (PKS) PT ASMJ menerapkan land aplication dalam pengelolaan limbah. Dimana, perusahaan ini memanfaatkan limbah cair untuk pupuk. Limbah ini dialirkan ke perkebunan kelapa sawit milik perusahaan.










