PEKANBARU – Ketua Pengembangan Teritori (Bangter) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora, Syahfan BS mengakui pihaknya sudah menyiapkan beberapa macam langkah dan strategi dalam bersaing dengan partai lain di Pemilu 2024.
“Sebagai partai baru, kita akan melakukan berbagai macam langkah yang perlu, kita sekarang fokus memperkuat jati diri sebagai aktivis Partai Gelora. Mulai dari nilai keterbukaan, kolaborasi dan lainnya,” kata Syahfan kepada GoRiau.com, beberapa waktu lalu.
Strategi pemenangan, lanjut Syahfan, tentunya sudah dibuat, tapi itu belum akan turunkan ke bawah, karena DPN masih mentransformasikan pola pikir aktivis partai, baik yang dari partai lama (PKS) maupun baru masuk.
Sebagai informasi, Gelora disebut-sebut merupakan partai pecahan dari PKS, pasalnya dua orang tokohnya yakni Anis Matta yang menjadi Ketua Umum Gelora dan Fahri Hamzah yang menjabat Wakil Ketua Umum Gelora, selama ini dikenal sebagai kader berpengaruh di PKS.
“Jadi cara kerja dan dinamika disini sangat jauh berbeda dari partai lama. Dan yang perlu jadi catatan, saat ini porsi mereka yang dari partai lama semakin minoritas,” tuturnya.
Adapun total jumlah orang yang sudah bergabung ke Gelora, jelasnya, ada di angka 70-80 ribu, dimana setiap minggunya terjadi peningkatan sekitar 18 ribu orang. Mayoritas mendaftar melalui aplikasi.
“Nanti mungkin akhir Maret kita rilis ketika angkanya sudah di 100 ribu. Antusiasme masyarakat semakin hari semakin banyak, yang dari partai lama paling hanya 30-40 persen lah,” ulasnya.
Untuk itu, semua aktivis partai yang ada sekarang akan diberikan pembekalan materi kegeloraan, termasuk makna dibalik logo Gelora. Hal ini diharapkan bisa memperkuat ideologi kegeloraan, setelah itu baru diberi materi tentang teknis pemenangan.
“Mereka ini banyak pemain lama, jadi tidak dari nol. Tinggal dikasih tool-nya saja, dan ganti jurus. Kita tidak mau terpaku satu partai saja, pokoknya kita main, ini target yang akan kita capai, silahkan improvisasi di lapangan,” imbuhnya.










