SELATPANJANG – Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil meraih juara 1 predikat terbaik Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2021 tingkat Provinsi Riau.
Sebelumnya Kepulauan Meranti telah meraih beberapa penghargaan dalam penekanan angka stunting diantaranya peringkat I daerah yang menerapkan Aksi Konvergensi Stunting 1-4 dengan poin 39, peringkat I kabupaten paling inspiratif dalam penuntasan stunting dengan poin 37.9. Penghargaan itu pun dijadikan motor penggerak hingga misi zero stunting dapat terwujud dengan cepat.
Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil menyampaikan bahwa apa yang dicapai Kabupaten Kepulauan Meranti dalam konvergensi pencegahan stunting tahun 2021 ini sudah sesuai dengan target dan harapan.
Untuk itu Adil menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada tim yang telah berkerja keras dalam upaya melaksanakan intervensi penurunan stunting terintegrasi 2021, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting.
“Upaya penanggulangan stunting telah diupayakan oleh Pemkab Kepulauan Meranti dan telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Angka stunting di Meranti turun menjadi 10 persen pada tahun ini dari 12 persen pada tahun 2020 dan itu masih jauh dibawah rata-rata nasional yang mencapai 30,8 persen artinya masih diposisi aman,” ujar Bupati Adil.
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Dr H Kamsol MM menambahkan bahwa pada penyusunan RKPD tahun 2021, isu stunting telah menjadi program prioritas utama. Sebelumnya Kepulauan Meranti telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu Lokus (lokasi), penuntasan masalah stunting di Indonesia, untuk itu sesuai dengan komitmen dari pemerintah daerah, Meranti melalui OPD terkait menargetkan tahun 2021 akan bebas stunting.
“Program stunting ini telah menjadi program utama kita untuk menyiapkan kedepannya generasi yang lebih baik,” ujarnya.
Dijelaskannya, pihak perusahaan juga memberikan dukungan terhadap hal ini, salah satunya adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Program kesehatan menyalurkan bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu dan biscuits dalam rangka mendukung pemulihan stunting untuk 51 Posyandu di 20 Desa yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Merbau dan Kecamatan Tasik Putripuyu.
Sementara itu, Community Development (CD) Head, BR Binahidra Logiardi mengatakan RAPP berupaya bersinergi dengan pemerintah untuk mendukung program penurunan stunting. PMT dan peralatan posyandu diberikan guna memperbaiki asupan gizi balita dan pelayanan kesehatan di posyandu. Selain itu, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat, terutama ibu dan bayi.
“Program ini sangat memerlukan dukungan berbagai pihak, pemerintah, ibu-ibu PKK, para kader posyandu, pihak puskesmas untuk saling memberikan kontrubusi dalam mengatasi masalah stunting ini. Agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas dan menjadi generasi berdaya saing tinggi di masa depan,” ujarnya.
Dilanjutkan Binahidra, program ini merupakan salah satu visi dari APRIL 2030 dimana perusahaan berfokus pada upaya menurunkan prevalensi tengkes (stunting) pada anak balita di Provinsi Riau.










