Polemik LAMR Kota Pekanbaru Hingga ‘Teror Kepala Anjing’, Said Usman: Datuk Syahril Jangan Diam Saja

banner 468x60

PEKANBARU – Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Said Usman Abdullah meminta pertanggungjawaban LAMR dalam menyelesaikan konflik di internal LAMR Kota Pekanbaru.

Sebagaimana diketahui, kepolisian akhirnya menangkap Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kota Pekanbaru, YS atas dugaan otak pelaku teror kepala anjing ke rumah Humas Kejaksaan Tinggi Riau, Muspidauan.

banner 400x400

Adapun teror tersebut dilakukan oleh orang suruhan YS karena mereka tidak senang dengan Musyarawah Daerah Luar Biasa (Musdalub) LAMR Kota Pekanbaru, yang mengangkat Muspidauan sebagai Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru.

“Kita ingin melihat sejauh mana Datuk Sahril selaku ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau dalam menyelesaikan polemik dan persoalan LAM Pekanbaru serta mengembalikan nama baik LAM atas peristiwa yang sangat memalukan lembaga Adat Melayu, jangan diam membisu,” kata Said Usman Abdullah, Sabtu (29/5/2021).

LAMR, lanjut Said, mestinya terbuka dan bisa menjelaskan kepada publik atas polemik pengurusan lembaga Adat Melayu kota Pekanbaru. Namun, kenyataannya, LAMR tidak juga melakukan koordinasi serta konsolidasi terhadap pecahnya LAMR Kota Pekanbaru.

Kita melihat Lembaga Adat Melayu Riau berdiam diri dan membisu dengan polemik yang terjadi di LAM Pekanbaru. Akibat tidak adanya ketegasan, keputusan dari pengurus Lembaga Adat Melayu Riau sendiri, maka terjadilah polemik yang sangat memalukan ini,” jelas Said kembali.

LAMR, jelasnya, adalah tempat bertanya dan menjadi panutan bagi LAMR yang ada di kabupaten kota, namun dengan kejadian ini, Said melihat LAMR menunjukkan ketidakmampuannya dalam menyelesaikan konflik ini.

“Harusnya kan LAMR bisa memanggil dua perwakilan dari kepengurusan lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru untuk dilakukan mediasi dan musyawarah, tetapi itu tidak dilakukan oleh LAM Riau sendiri. Artinya, LAM Riau terkesan membiarkan polemik ini terjadi. Bagi kita, selaku kader LAMR Kota Pekanbaru, LAMR tidak mampu menyelesaikan masalah ini,” ujarnya

“Kalau Lam Riau tidak mampu menyelesaikan masalah LAM Pekanbaru ini, lebih baik pengurus LAM Riau mundur saja. Artinya, ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh LAM Riau sehingga polemik kepengurusan LAM Pekanbaru terkesan dibiarkan begitu saja,” ujar Said Usman Abdullah.

banner 970x250