PEKANBARU – Setelah wacana penambahan pajak Sembako, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Riau, Asri Auzar menyebut lagi-lagi ada isu yang menurutnya gila, yakni isu jabatan presiden sampai tiga periode.
“Itu kan wacana saja kan, seperti wacana sembako yang saya bilang wacana gila kemarin, wacana presiden tiga periode juga sama. Sudahlah, yang sudah baik ya jangan diotak-atik lagi. Masa jabatan kepala negara itu sudah baik, dua kali saja, sesuaikan dengan UUD yang sudah diamandemen,” kata Asri Auzar, Senin (28/6/2021).
Mantan Wakil Ketua DPRD Riau ini menambahkan, saat ini masyarakat sudah nyaman dengan jabatan presiden hanya dua periode, dimana kebijakan ini merupakan pertanda berakhirnya orde baru
“Sudah lah, jangan lagi. Masyarakat itu sukanya dua periode, jangan ditambah – tambah lagi,” tuturnya.
Sebelumnya, DPP Partai Demokrat sudah menyoroti isu yang bergulir mengenai wacana jabatan presiden tiga periode ini. Wacana itu, menurut Demokrat bukanlah kebetulan semata tanpa tujuan.
“Dalam politik segala dinamika yang mewujud bukanlah suatu kebetulan semata, melainkan manifestasi dari tindakan bertujuan. Segala sesuatunya by design, tidak tiba-tiba,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani, Selasa (22/6/2021).
“Termasuk wacana presiden tiga periode, apalagi wacana ini sudah berulang-ulang kali dipresentasikan oleh aktor-aktor yang sama yang terafiliasi dengan penguasa,” sambungnya.
Menurut Kamhar, dalam menyikapi dan membaca wacana ini, ada beberapa kemungkinan yang menjadi dugaan motif. Pertama untuk testing the water mengukur respons publik.
“Jika tak ada resistensi maka sangat mungkin skenario ini dijalankan,” ucapnya.










