PEKANBARU — Ratusan warga yang ingin mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti, pada Selasa (13/7/2021) pagi, melakukan protes karena tidak bisa mendaftar sebagai peserta vaksin.
Ratusan warga itu protes, karena informasi yang mereka peroleh, waktu pendaftaran bagi peserta vaksin mulai dibuka pukul 08.00 WIB. Namun, ketika mereka datang ke RSD Madani pukul 08.00 WIB, bahkan ada sebelum pukul 08.00 WIB, tidak dilayani lagi mendaftar.
Jawaban pihak sekuriti RSD Madani justru membuat warga semakin jengkel. Salah seorang sekuriti mengaku bernama Salim mengatakan kepada warga, pendaftaran dibuka sejak pukul 05.00 WIB dan ditutup 06.00 WIB.
Salah seorang warga yang jengkel karena tak bisa mendaftar mempertanyakan waktu pendaftaran yang dibuka mulai pukul 05.00 dan ditutup 06.00 WIB. “Kok bisa pula bapak buka pendaftaran mulai pukul 5 pagi? Aturannya kan baru mulai dibuka pukul 8 pagi,” ujarnya.
“Saya tinggalnya jauh di Kulim, Simpang Tangor sana. Mana mungkin bisa sampai di sini pukul 5 pagi. Apa ini pandai-pandai sekuriti saja mengubah jam mendaftarnya?” sambungnya.
Sekuriti RSD Madani, Salim, berdalih, karena warga sudah datang pukul 05.00 WIB, bahkan ada yang datang pukul 04.00 WIB, maka mereka buka saja pendaftaran, tanpa menunggu hingga pukul 08.00 WIB.
“Pukul 4 sudah banyak yang datang, jadi kami buka saja pendaftaran mulai pukul 5. Pukul 6 sudah tercukupi kuotanya yang mendaftar, sebanyak 225 orang. Langsung ditutup pendaftarannya,” ujarnya.
“Kami hanya menjalankan perintah atasan,” sambung Salim, ketika ditanya warga, siapa yang membolehkan membuka pendaftaran mulai pukul 05.00 WIB.
Pantauan Goriau.com sejak pukul 07.30 hingga 09.15 WIB, warga terus berdatangan ke halaman RSD Madani untuk mendaftar sebagai peserta vaksin. Bahkan ada yang mengaku datang dari Petapahan.
Mereka sempat berkerumun mengelilingi dua petugas sekuriti yang ada di lokasi tersebut untuk mendapatkan informasi.
Suasana sempat agak memanas, karena sejumlah warga merasa tidak puas dengan jawaban dua sekuriti tersebut. Ditambah pula, ada warga yang mencoba membenarkan tindakan sekuriti yang membuka pendaftaran mulai pukul 05.00 WIB tersebut.
“Bapak jangan dibela pula tindakan sekuriti ini, mentang-mentang bapak sudah dapat nomor antrean. Ini masalah kami dengan bapak sekuriti ini, bukan urusan bapak,” kata salah seorang warga dengan nada keras kepada pria yang terkesan membela sekuriti tersebut.
Seorang sekuriti sempat menggertak seseorang yang mengambil gambar para warga yang melakukan protes. Namun, sekuriti itu langsung kabur ketika tahu yang mengambil gambar tersebut adalah jurnalis.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang juga Direktur RSD Madani, Arnaldo Eka Putra, yang coba dikonfirmasi, tidak menjawab panggilan telepon dari Goriau.com. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WatsApp, juga tidak dibalasnya hingga berita ini ditayangkan.










