SELATPANJANG – Seseorang mencoba mengaku sebagai Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil SH dan menawarkan janji menggiurkan kepada seorang ibu rumah tangga (IRT) kemudian meminta uang Rp35 juta.
Ini satu diantara modus penipuan yang terjadi saat Seleksi CPNS 2021 sedang berlangsung. Modus kali ini memanfaatkan nama Bupati Meranti Adil untuk mencoba menipu warga dengan iming-iming menjadi PNS di Kepulauan Meranti.
Peristiwa itu dialami seorang ibu rumah tangga bernama Azizah, warga Jalan Perjuangan, Desa Alah Air, Kepulauan Meranti, Riau.
Saat ditemui Tribun di kediamannya, Azizah mengaku awalnya mendapatkan pesan pribadi ke akun media sosialnya, pada Selasa (13/7/2021) kemarin.
Pesan itu mengatasnamakan dan menggunakan foto profil Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil. Dalam pesannya, oknum itu menawarkan satu dari anak dari Azizah untuk menjadi pegawai di Pemkab Kepulauan Meranti.
“Kata dia, boleh bapak bantu. Dari tiga anak ibu, saya bantu 1 (menjadi pegawai). Senanglah hati saya mendengarkannya,” ungkapnya.
Dia mengaku nyaris termakan dengan tawaran tersebut mengingat 3 dari 5 anaknya saat ini telah menyelesaikan sekolah tingkat SMA dan belum memiliki pekerjaan.
“Anak ibu menganggur, gimanalah tidak senang mendengarnya,” tuturnya.
Dari sana kemudian komunikasi berlanjut melalui WhatsApp pribadi. Oknum itu kemudian meminta Azizah untuk melengkapi sejumlah dokumen kelengkapan diantaranya KTP, KK, dan Ijazah.
Kemudian pelaku meminta sejumlah uang agar proses penerimaan anak Azizah menjadi pegawai dapat dilaksanakan.
“Sebenarnya ini susah nak dapat katanya. Terus kata dia, saya minta bantu sajalah sama ibu Rp35 juta, saya keluarkan langsung PNS anak ibu,” ujar Azizah menirukan oknum tersebut.
Bahkan oknum itu juga meminta agar ada DP yang harus segera dikirimkan sebanyak Rp10 juta paling lambat pukul 15.00 WIB.
“Ibu transfer Rp 10 juta dulu, yang Rp25 juta lagi nunggu hari Kamis jam 9 pagi,” ujar Azizah lagi menirukan oknum.
Bahkan Azizah terus dihubungi sampai hari ini agar segera mentransfer uang sebanyak yang diminta sebelumnya.
“Dia menelpon terus dari jam 3 sore semalam sampai hari ini, ‘mana buah jeruknya’ kata dia. Bahasa dia buah jeruk,” ucap Azizah.
Azizah kemudian mulai merasa curiga terhadap tawaran tersebut dan melaporkan kepada suaminya, Mahfur.
Mereka kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti.
Pihak BKD Kepulauan Meranti juga menyampaikan bahwa hal tersebut tidaklah benar dan merupakan upaya penipuan oknum tidak bertanggungjawab.
Di tempat lain Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil yang berhasil dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku kecewa dengan perbuatan oknum tersebut.
“Saya kecewa atas akun yang menamakan Bupati Adil, sampai berjanji macam-macamlah,” ujarnya kepada tribun saat ditemui di rumah dinasnya, Rabu (14/7/2021).
Dirinya mengatakan telah menyampaikan kepada timnya agar menindaklanjuti persoalan ini kepada penegak hukum.
“Saya sudah sampaikan kepada tim untuk melaporkan hal ini ke Polres, agar tidak menimbulkan korban dikemudian hari,” jelasnya.
Dirinya juga menghimbau agar masyarakat tidak cepat termakan informasi dan tawaran menggiurkan dari pihak atau oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab.
“Kepada seluruh masyarakat Kepulauan Meranti, jangan percaya pada akun yang mengatasnamakan orang lain, masyarakat zaman sekarang jangan buru-buru percaya, bagusnya ditanyakan dulu sebelum melakukan tindakan, benar atau tidak. Sekali lagi kepada masyarakat Meranti jangan percaya dengan berita-berita atau iming-iming yang bisa membuat kita menjadi korban,” pungkasnya.










