2.536 Balita di Kuansing Alami Stunting

banner 468x60
Sekelompok anak-anak terlihat bahagia. (foto: int)

TELUKKUANTAN – Dinas Kesehatan (Diskes) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menyatakan kasus bayi yang alami stunting tahun 2020 mencapai 12,34 persen atau 2.536 orang. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dari standar usia karena kurang gizi kronis.

“Data per Februari 2021, jumlah balita yang alami stunting sebanyak 2.536 orang atau 12,34 persen,” ujar Plt Kepala Diskes Kuansing, Jafrinaldi, Jumat (23/7/2021) di Telukkuantan.

banner 400x400

Dikatakan Jafrinaldi, Pemkab Kuansing terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai kegiatan. Diantaranya melalui kegiatan posyandu di setiap desa. Kemudian, pemberian makanan tambahan (PMT), seperti yang dilakukan TP PKK Kuansing kemaren.

“Melalui posyandu, kita melakukan pengukuran panjang dan berat badan bayi. Saat itu juga kita memberikan vitamin dan makanan tambahan. Ini sebagai upaya untuk menekan angka stunting,” ujar Jafrinaldi.

Selain itu, Diskes juga mengimbau agar ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan mulai dari usia 0 sampai melahirkan. Jika semua ibu hamil melakukan itu, maka pertumbuhan bayi bisa terpantau dan kasus stunting bisa dicegah sejak awal.

“Kita minta kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kehamilan mulai sejak awal hingga melahirkan,” ujar Jafrinaldi.

Kemudian, Jafrinaldi meminta semua stakeholder di Kuansing berperan aktif dalam penanganan kasus stunting. Terutama, perusahaan yang memiliki wilayah operasional di Kuansing.

“Pencegahan dan penanganan stunting merupakan tanggungjawab bersama, karena itu, dukungan dari semua pihak sangat diperlukan. Sehingga, tidak ada lagi anak yang mengalami gagal pertumbuhan,” ujar Jafrinaldi.

banner 970x250