Supaya Bisa Mengindentifikasi Tumbuhan, Tim Kukerta UR Edukasi ke Anak-anak di Desa Luai

banner 468x60

TELUK KUANTAN – Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau 2021 Desa Luai, Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, mengadakan simulasi pembuatan herbarium kepada anak-anak di desa. Simulasi ini merupakan salah satu program edukasi dari Tim Kukerta karena potensi keanekaragaman hayati yang tinggi.

Pembuatan herbarium dengan bahan utama sungkai ‘apenorema canescens’, ditambah dengan bahan-bahan lain seperti alkohol 70%, selotip, dan koran. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan dapat mendeskripsikan jenis tumbuhan serta mengoleksi spesimen herbarium jenis tumbuhan yang dijumpai.

banner 400x400

Salah seorang anggota tim, Apriella Desera Genada, menjelaskan, Indonesia memiliki lebih dari 350.000 jenis tumbuhan. Keberagaman jenis tumbuhan tersebut dikelompokkan dalam sebuah sitem yang disebut sistem klasifikasi tumbuhan.

Tumbuhan diklasifikasikan berdasarkan kesamaan ciri-ciri yang dimiliki. Salah satunya adalah ciri-ciri morfologi. Dalam prosesnya, ciri-ciri morfologi tumbuhan awalnya didapat dari sebuah pengamatan secara langsung pada tumbuhan tersebut.

Dalam perkembangannya, para ahli botani di zaman dulu membuat suatu spesimen tanaman untuk dijadikan koleksi dan sebagai bukti autentik dari sebuah identifikasi ciri-ciri morfologi suatu tumbuhan yang telah mereka kemukakan.

Spesimen tumbuhan tersebut kemudian dikenal dengan nama herbarium. Herbarium merupakan istilah dari pengawetan spesimen tumbuhan dengan cara dikeringkan dan dipress (ditekan) untuk kepentingan koleksi dan ilmu pengetahuan.

Selain itu, herbarium merupakan salah satu acuan identifikasi untuk mengetahui ciri-ciri morfologi tumbuhan. Dengan adanya herbarium, dapat mengidentifikasi ciri-ciri suatu tumbuhan tanpa harus melihat tumbuhannya secara langsung pada habitatnya.

Tidak semua tumbuhan dapat dijumpai dengan mudah disekitar lingkungan. Banyak tumbuhan yang hidup pada daerah-daerah tertentu yang sulit dijangkau.

“Oleh karenanya, dengan adanya herbarium akan sangat memudahkan studi literatur tentang ciri-ciri morfologi suatu tumbuhan. Selain itu, herbarium juga berfungsi sebagai koleksi. Para ahli botani biasanya menjadikan herbarium sebagai koleksi pribadi dan menyimpannya dengan baik pada kondisi penyimpanan yang seharusnya,” katanya, Kamis (6/8/2021).

Kelompok Kukerta Balik Kampung Desa Luai Universitas Riau 2021 ini terdiri dari 10 anggota diantaranya Muhammad Septian Agung Sinulingga, Widad Ali Putra, Sutis Aulya, Erik Puja Pratama, Riska Mairiza, Muhammad Al-Hafizh, Radha Hummairoh, Rosalina, Indra Mustika Sari.

banner 970x250