Dorong Pemulihan Ekonomi, Pemprov Kepri dan BRK Teken MoU untuk Berikan Subsidi Bunga Kredit UMKM

banner 468x60

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau dan PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri (BRK) melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Kredit/pembiayaan Usaha Mikro dengan Subsidi Bunga/Margin. Ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi ini.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengatakan bahwa UMKM merupakan salah satu basis fondasi ekonomi kerakyatan yang harus dijaga agar mampu menjadi basis ekonomi di tengah-tengah masyarakat.

banner 400x400

“UMKM adalah salah satu basis fondasi ekonomi kerakyatan yang harus kita pupuk, kita rawat dan kita pelihara. Oleh karena itu, penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kepri dan Bank Riau Kepri ini menjadi satu hal yang strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi, khususnya bagi UMKM di Indonesia dan Kepri,” kata Ansar Ahmad di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri di Pekanbaru, Jumat (20/8/2021) malam.

Nantinya, kata Ansar, UMKM akan menerima bantuan pinjaman modal dengan jaminan bunga menjadi tanggungan Pemrov Kepri, sehingga konsep bantuan kredit.

“Pemrov Kepri sudah mengalokasikan Rp2 miliar kredit bergulir bagi UMKM disalurkan melalui Bank Riau Kepri, dan akan dilanjutkan pada tahun 2022,” katanya.

Dari plafon angagran Rp2 milair itu, maka maksimal UMKM bisa meminjam Rp20 juta dan minimal Rp5 juta. Bisa jadi kalau pinjaman Rp20 juta tersalurkan maka akan ada 1.000 UMKM akan terbantu, ditambah dengan pemberian masa grace period pinjaman,” katanya.

Karenanya Pemrov Kepri telah menggencarkan sosialisasi terkait pinjaman bergulir itu karena pada 10 September 2021 kebijakan diluncurkan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BRK, Andi Buchari berharap mudah-mudahan teknis pelaksanaan pemberian pinjaman ini dapat terlaksana dengan baik dan bisa dirapikan secara administrasinya.

“Apa yang kita lakukan ini betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat di tengah situasi kondisi Pandemi Covid-19, yang tentunya berpengaruh besar terhadap ekonomi masyarakat banyak, terutama di lapis usaha mikro dan kecil. Sehingga pelaksanaannya harus baik dan rapi secara teknis administrasinya,” kata Andi.

Dalam kesempatan itu juga, Andi mengatakan bahwa selama semester I tahun 2021, BRK membukukan aset sebesar Rp30 triliun dengan perolehan laba diatas target, selain itu MPLN justru berada diposisi lebih rendah dibandingkan setahun lalu.

Sementara itu dalam pemulihan ekonomi nasional bagi UMKM terdampak pandemi COVID-19, maka bank Riau Kepri sudah merealisasikan KUR sebesar 81 persen dari plafon sebsar Rp600 miliar.

“Jenis KUR ini sangat diminati oleh masyarakat, karena masyarakat menantikan kredit yang cukup ringan yang juga tidak terbebani dari sisi keuangan mereka,” katanya.

banner 970x250