PANGKALAN KERINCI –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Provinsi Riau akan menyalurkan bantuan pupuk gratis bagi petani pada tahun 2022 mendatang.
Tak hanya menyalurkan bantuan pupuk gratis, pada tahun depan juga akan disalurkan bantuan sosial yang ditujukan bagi anak yatim piatu dan janda tua serta jompo.
Hal ini disampaikan Bupati Pelalawan, H Zukri saat melakukan kunjungan kerja sekaligus silahturahim dengan masyarakat Desa Mayang Sari, Kecamatan Pangkalan Lesung, Selasa (9/11/2021).
Tampak mendampingi Wakil Bupati Pelalawan, H Nasaruddin dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Bupati Zukri mengungkapkan, Pemkab akan menyalurkan bantuan pupuk gratis bagi petani dan bantuan sosial kepada anak yatim piatu, janda tua serta jompo di Kabupaten Pelalawan.
“InsyaAllah atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala tahun 2022 Pemkab Pelalawan akan salurkan bantuan pupuk gratis serta bantuan sosial anak yatim piatu, janda tua serta jompo,” ungkapnya.
Dijelaskannya, bantuan program pupuk gratis bagi petani adalah pendorong dengan harapan adanya perawatan kebun yang bersifat sebagai motivasi bagi para petani.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Program pupuk gratis bertujuan sebagai motivasi bagi petani untuk melakukan perawatan. Kami melihat hasil produksi yang di hasilkan kadang tidak sesuai dengan jumlah lahan yang mereka punya karena kebiasaan kita kurang melakukan perawatan serta kurang memberi pupuk bagi kebun,” ujar Bupati Zukri
Menurutnya, jika kebun dirawat dengan baik tentu akan memberikan income atau pemasukan yang besar bagi petani yang berdampak pada daya beli petani meningkat dan UMKM terbantu dengan transaksi jual beli di pasar.
“UMKM bangkit dan merasakan dampak dari transaksi jual beli di pasar sehingga menghasilkan pemasukan bagi daerah dan penghasilan bagi negara begitu skema perputaran ekonominya,” jelas politisi PDIP itu.
Bantuan-bantuan itu, akan segera dia salurkan kepada masyarakat penerima setelah APBD Pelalawan tahun 2022 diisahkan dan dapat digunakan.
“Akan distribusikan setiap bulan kepada masyarakat perima. Pada akhir tahun 2021 seharusnya sudah bisa kita lakukan, akan tetapi validasi datanya masih ada kekurangan dan ini menjadi tanggung jawab desa, RT dan RW untuk benar-benar memberikan data ril masyarakat yang berhak menerima sehingga tidak salah sasaran,” pungkas Bupati Zukri.










