PEKANBARU – Anggota DPRD Riau Dapil Rokan Hilir, Karmila Sari, mengungkapkan masih banyak para petani sawit belum mengetahui program-program yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau ini saat melaksanakan reses di Dapilnya. Menurut Karmila, di tengah naiknya harga sawit, semestinya taraf kehidupan para petani juta harus ikut naik.
Karmila yang baru saja dilantik sebagai Ketua Sawit Masa Depanku (Samade) Riau ini, menyampaikan, dirinya turun langsung ke masyarakat untuk mensosialiasikan pentingnya pembentukan kelompok-kelompok tani.
“Jadi, kita mengarahkan petani untuk membentuk kelompok, karena selama ini mereka tidak tahu kalau kelompok tani bisa menerima bantuan dari BPDPKS, misalnya bantuan sarana dan prasarana, pembagian bibit sawit, bantuan pupuk dan bantuan lain berkaitan dengan kelapa sawit,” ujar Karmila, Jumat (10/12/2021).
Pembentukan kelompok tani, jelas Karmila, nantinya akan dibantu oleh Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL), termasuk dalam penyusunan administrasi. Karena, bantuan dari BPDPKS baru bisa disalurkan jika syarat administrasi terpenuhi.
“Apalagi, BPDPKS juga ada bantuan pendidikan gratis beserta uang saku bagi anak-anak petani sawit, mereka sekolahnya di sekolah tinggi yang ada kaitan dengan sawit,” terangnya.
Saat ini, kata Karmila, memang ada beberapa kelompok tani yang sudah terbentuk, tapi itu hanya sebatas untuk pengajuan replanting saja. Itupun banyak yang ditolak karena masuk dalam kawasan hutan.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Kelompok ini mungkin nanti akan kita arahkan supaya bisa kerjasama dengan dinas terkait dalam Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), biar ada kemudahan dalam mengeluarkan bantuan pemerintah berupa jalan produksi, dan lainnya,” tambahnya
BPDPKS, tegas Karmila, merupakan badan yang sumber dananya bersumber dari petani, karena hampir setengah dana ekspor sawit itu berasal dari kebun petani. Makanya, dia berharap agar dana dari BPDPKS bisa dioptimalkan para petani.
“Petani harus bisa merasakan dampak dari harga sawit yang mencapai Rp 3000an ini, kan sayang kalau petani tak memanfaatkannya. Apalagi, penunjang ekonomi Riau saat ini adalah sawit,” tutupnya.










