Demo Maxim Pekanbaru Memanas, Puluhan Driver Segel Kantor, Ini Pemicunya

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Aksi unjuk rasa puluhan pengemudi ojek online (ojol) Maxim di Kota Pekanbaru, Riau, berujung pada penyegelan kantor perusahaan, Jumat (30/10/2026). Massa mengambil tindakan tersebut setelah tuntutan penghapusan Program Turbo atau Fokus Berbayar belum mendapat kepastian dari manajemen Maxim.

Aksi yang berlangsung di Kantor Maxim Pekanbaru, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, itu diikuti sekitar 80 pengemudi yang tergabung dalam Aliansi Mitra Pengemudi Maxim Pekanbaru.

banner 400x400

Unjuk rasa dimulai sekitar pukul 09.55 WIB dengan koordinator lapangan Bagas Putra. Massa membawa sejumlah spanduk berisi protes terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai memberatkan mitra pengemudi.

Beberapa spanduk bertuliskan “Kami Mitra Bukan Sekadar Angka”, “Kami di Jalan Hujan Panas Demi Keluarga”, hingga “Hapuskan Program Turbo Berbayar Maxim”.

Dalam aksinya, massa menyampaikan lima tuntutan utama. Selain mendesak penghapusan Program Turbo atau Fokus Berbayar, pengemudi meminta pembatasan pendaftaran mitra baru, transparansi perhitungan komisi, pemberian Bantuan Hari Raya (BHR), serta keterlibatan pengemudi dalam setiap kebijakan perusahaan.

Para pengemudi menilai program berbayar tersebut semakin membebani pendapatan mereka di tengah ketatnya persaingan mendapatkan pesanan.

Massa juga mempersoalkan pendaftaran pengemudi baru yang terus dibuka karena dianggap membuat jumlah pesanan yang diterima mitra semakin berkurang.

“Kami meminta agar Program Turbo Berbayar Maxim dihapus dalam aplikasi Maxim,” demikian salah satu tuntutan yang disampaikan dalam orasi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Cabang Maxim Pekanbaru, Fadhil Muhammad, menemui massa dan memberikan penjelasan mengenai kebijakan perusahaan.

Fadhil menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat menghapus Program Turbo secara langsung karena kebijakan tersebut merupakan kewenangan manajemen pusat dan berlaku secara nasional.

Ia menjelaskan, Program Turbo telah disesuaikan menjadi Program Fokus dengan beberapa pilihan paket, yakni tiga jam Rp12.000, lima jam Rp15.000, tujuh jam Rp17.000, dan sembilan jam Rp20.000.

Menurut manajemen, program tersebut bersifat opsional atau pilihan, bukan kewajiban bagi seluruh pengemudi. Perusahaan juga menyatakan program itu masih terus dievaluasi agar pembagian pesanan tetap adil dan merata.

Sementara terkait desakan pembatasan pengemudi baru, Maxim menyatakan belum dapat menghentikan pendaftaran secara keseluruhan karena harus mempertimbangkan kebutuhan pasar dan permintaan pelanggan.

Meski demikian, manajemen mengaku memahami keluhan mitra terkait meningkatnya persaingan dan berkurangnya pesanan. Pengaturan jumlah serta sebaran pengemudi disebut akan terus dievaluasi.

Mengenai potongan aplikasi, pihak Maxim menyatakan tetap mengikuti ketentuan pemerintah. Manajemen menyebut potongan komisi layanan motor maksimal sebesar 8 persen dari tarif dasar sejak 1 Juli 2026.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa biaya platform dibebankan kepada konsumen, bukan pengemudi. Sementara rincian tarif dan potongan dapat dilihat melalui aplikasi Taxsee Driver.

Namun, penjelasan tersebut belum memuaskan massa aksi. Koordinator lapangan, Bagas Putra, kemudian meminta Kepala Cabang Maxim Pekanbaru segera menghubungi pimpinan perusahaan di tingkat pusat.

Massa memberikan waktu selama 30 menit kepada manajemen cabang untuk menyampaikan tuntutan penghapusan Program Turbo atau Fokus Berbayar kepada pimpinan pusat.

Setelah berkomunikasi dengan manajemen pusat, Fadhil kembali menemui pengunjuk rasa dan menyampaikan bahwa tuntutan tersebut belum dapat diputuskan karena masih harus melalui proses evaluasi.

Jawaban itu memicu kekecewaan massa yang menginginkan keputusan langsung mengenai penghapusan program berbayar.

Sebagai bentuk protes, para pengemudi kemudian melakukan penyegelan Kantor Maxim Pekanbaru dengan memasang spanduk di bagian depan pintu kantor.

Massa juga meminta agar kantor tersebut ditutup dan digembok hingga perusahaan mengeluarkan kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada kesejahteraan mitra pengemudi.

Setelah menyampaikan tuntutan dan melakukan aksi penyegelan, massa akhirnya membubarkan diri.

Hingga unjuk rasa berakhir, belum ada keputusan dari manajemen pusat Maxim terkait penghapusan Program Turbo atau Fokus Berbayar yang menjadi tuntutan utama para pengemudi di Pekanbaru.

banner 970x250