Inforiau.ID, PELALAWAN – Ribuan karyawan APRIL Group bersama keluarga memeriahkan Pekan Seni dan Budaya (PSB) Riau Kompleks 2026 yang digelar di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Mengusung tema “Unity in Cultural Diversity, Stronger Together”, kegiatan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus merayakan keberagaman suku, budaya, dan bangsa di lingkungan perusahaan.
Pekan Seni dan Budaya Riau Kompleks 2026 resmi dibuka Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin bersama Chief Operating Officer (COO) APRIL Group Eduward Ginting melalui pemukulan gong di RGE Community Center (RGECC), Pangkalan Kerinci, Senin malam (26/10/2026).
Dalam sambutannya, Husni Tamrin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wadah memperkuat persatuan di tengah masyarakat Pelalawan yang memiliki beragam latar belakang budaya.
Ia mengungkapkan, keberagaman telah menjadi bagian penting dari perkembangan Pangkalan Kerinci yang terus tumbuh menjadi kawasan dengan masyarakat multikultural.
“35 tahun lalu Pangkalan Kerinci hanya dihuni sekitar 190 kepala keluarga, tetapi kini telah berkembang menjadi kawasan dengan masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang suku, agama, dan daerah. Dengan berbagai keberagaman dan perbedaan, mari kita bersama-sama membangun negeri Pelalawan yang kita cintai ini,” ujar Husni.
Menurutnya, hubungan harmonis antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat harus terus dijaga. Salah satunya melalui kegiatan seni dan budaya yang mampu mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Sementara itu, COO APRIL Group Eduward Ginting menegaskan bahwa persatuan bukan berarti harus menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan apabila setiap individu mampu saling menghargai dan menghormati.
“Persatuan tidak mesti sama. Masing-masing kita bangga dengan budaya kita masing-masing, sekaligus menghormati dan mendukung yang lain sebagai bagian dari satu komunitas. Semangat Bhinneka Tunggal Ika inilah yang kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, di dalam bekerja, dan di dalam bermasyarakat,” ungkap Eduward.
Eduward juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan beserta keluarga yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kontribusi seluruh pihak, baik yang tampil di atas panggung maupun bekerja di balik layar, menjadi bagian penting dalam menghadirkan perayaan budaya yang melibatkan keluarga besar Riau Kompleks.
Tampilkan Beragam Budaya Nusantara hingga Mancanegara
Pekan Seni dan Budaya Riau Kompleks 2026 menghadirkan tiga agenda utama, yakni Pawai Budaya, Pentas Seni, dan Stan Budaya.
Pawai budaya yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) menampilkan berbagai pakaian adat, tradisi, serta ikon khas dari sejumlah daerah di Indonesia.
Sementara itu, stan budaya menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing daerah, mulai dari sejarah, tokoh, adat istiadat, destinasi wisata, hingga kuliner tradisional.
Berbagai paguyuban turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Himpunan Keluarga Muslim Asal Tapanuli (HIKMAT), Ikatan Keluarga Batak Toba (IKABA), Ikatan Keluarga Asal Sumatera Selatan (IKASS), Ikatan Melayu Riau (IKMR), dan Ikatan Keluarga Minang Riau Kompleks (IKMRK).
Selain itu, terdapat Ikatan Keluarga Nias Riau Kompleks (IKN-RK), Ikatan Keluarga Tionghoa (IKT), Mergasilima, Pandanwangi, Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA), serta Paguyuban Tunggal Warga (PUNGGAWA).
Tidak hanya menampilkan budaya Nusantara, PSB tahun ini juga melibatkan karyawan RAPP dari berbagai negara.
Kehadiran para karyawan internasional tersebut semakin memperkaya perayaan sekaligus membuka ruang interaksi dan pertukaran budaya lintas bangsa.
Penyelenggaraan PSB dilakukan secara bergilir setiap tahun. Pada 2026, Paguyuban PUNGGAWA yang merupakan perkumpulan karyawan bersuku Jawa dipercaya menjadi penyelenggara utama dengan melibatkan perwakilan seluruh paguyuban dalam kepanitiaan.
Ketua Paguyuban PUNGGAWA, Edi Parianto, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan atau persaingan antarpaguyuban, melainkan momentum memperkuat kekompakan dan persaudaraan.
“PSB lebih dari sekadar kompetisi. Siapa pun menang atau kalah, yang terpenting adalah kekompakan kita bersama,” katanya.
Edi berharap Pekan Seni dan Budaya Riau Kompleks dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana menjaga keharmonisan dan mempererat hubungan antarkaryawan.
Kesan positif juga disampaikan Yun Safarino, salah seorang karyawan APRIL Group yang baru bergabung dan untuk pertama kalinya menyaksikan langsung kemeriahan PSB Riau Kompleks.
Menurutnya, hal paling berkesan bukan hanya keberagaman budaya yang ditampilkan, tetapi juga keakraban dan antusiasme karyawan bersama keluarga dalam mendukung setiap penampilan.
“Yang membuat saya terkesan bukan hanya keragaman budaya yang ditampilkan, tetapi juga keakraban di antara karyawan dan keluarga. Semuanya terlihat antusias dan saling mendukung. Ini menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, kita bisa membangun kebersamaan yang kuat,” ujarnya.
Melalui Pekan Seni dan Budaya Riau Kompleks 2026, APRIL Group berupaya memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan kerja sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perbedaan suku, budaya, dan bangsa bukan penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan dalam membangun kebersamaan dan persaudaraan di Kabupaten Pelalawan.










