Jalan KM 55 Pelalawan Terendam Air, Warga Soroti Proyek Royal Golden

banner 468x60

Inforiau.ID, PELALAWAN – Genangan air yang tak kunjung surut di Jalan Sultan Syarif Kasim KM 55, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, menuai keluhan warga.

Kondisi tersebut diduga dipicu tertutupnya saluran drainase akibat aktivitas penimbunan lahan untuk pembangunan lapangan minisoccer Royal Golden di kawasan tersebut.

banner 400x400

Warga menyebut genangan air tidak hanya terjadi saat hujan mengguyur. Bahkan ketika cuaca panas, air masih menggenangi badan jalan karena saluran pembuangan diduga tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Saat hujan turun, volume air semakin meningkat hingga mengganggu arus lalu lintas. Pengendara sepeda motor terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan sebagian memilih mengambil jalur berlawanan arah untuk menghindari genangan.

Kondisi ini semakin dikeluhkan karena minimnya penerangan jalan pada malam hari. Warga mengaku sejumlah kecelakaan telah terjadi di lokasi tersebut, mulai dari pengendara sepeda motor terjatuh hingga kendaraan roda empat mengalami kerusakan.

Ketua RT 04 RW 05 Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Anwar, menyayangkan kondisi jalan yang terus tergenang. Ia menduga aktivitas penimbunan lahan pembangunan lapangan minisoccer telah mengganggu fungsi drainase yang sebelumnya dibangun pemerintah daerah.

Menurut Anwar, keberadaan investasi dan pembangunan di daerah semestinya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan baru terhadap lingkungan sekitar.

“Kami tidak anti investasi. Akan tetapi, tolong diperhatikan juga lingkungan sekitar, terutama keselamatan pengguna jalan dan warga yang tinggal di sini. Jangan sampai pembangunan justru menimbulkan masalah dan merugikan masyarakat,” ujar Anwar, Senin (2/11/2026).

Anwar meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan segera turun tangan untuk memeriksa kondisi drainase dan mencari solusi agar genangan air tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia menilai persoalan tersebut harus segera ditangani mengingat keselamatan pengguna jalan menjadi taruhannya.

“Kami minta pemerintah daerah segera bertindak. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa. Kecelakaan sudah sering terjadi. Ini bukan persoalan kecil karena menyangkut keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Anwar mengungkapkan, keluhan mengenai kondisi jalan dan drainase tersebut telah disampaikan kepada Lurah Pangkalan Kerinci Barat. Ia berharap laporan itu segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Keluhan serupa disampaikan seorang warga yang memiliki warung tepat di depan lokasi genangan, yang akrab disapa Pak De.

Menurutnya, genangan air di kawasan tersebut sudah sering membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor yang melintas.

Ia juga mengungkapkan bahwa kendaraan roda empat pernah mengalami kerusakan pada bagian bumper setelah melintasi genangan air di ruas jalan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan penyebab genangan, termasuk mengecek dugaan tertutupnya saluran drainase akibat aktivitas penimbunan lahan.

Selain meminta penanganan dari pemerintah, warga juga berharap pengelola pembangunan lapangan minisoccer Royal Golden turut memperhatikan dampak aktivitas proyek terhadap fasilitas umum dan lingkungan sekitar.

Mereka menegaskan tidak menolak kehadiran investasi di Kabupaten Pelalawan. Namun, setiap kegiatan pembangunan diharapkan tetap memperhatikan fungsi drainase, keselamatan pengguna jalan, serta kenyamanan masyarakat.

Warga juga mendesak agar saluran drainase yang diduga terganggu dapat segera dipulihkan sehingga air kembali mengalir dan tidak terus menggenangi badan jalan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola proyek Royal Golden maupun instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengenai dugaan penimbunan drainase tersebut.

Warga berharap persoalan genangan air di Jalan Sultan Syarif Kasim KM 55 segera mendapat penanganan sebelum kembali menimbulkan kecelakaan yang membahayakan pengguna jalan.

banner 970x250