Kadiskes Riau Soroti Tingginya Kasus Hipertensi, Peran Perawat Diperkuat

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau menyoroti tingginya temuan penyakit hipertensi dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari 2,5 juta masyarakat yang telah terdata melalui program tersebut, hipertensi menjadi salah satu penyakit dengan angka temuan tertinggi.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer, terutama melalui peningkatan peran tenaga keperawatan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

banner 400x400

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, saat menghadiri Konferensi Keperawatan Universitas Riau di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru, Rabu (4/11/2026).

Menurut Zulkifli, transformasi praktik keperawatan menjadi bagian penting dalam mendukung enam pilar Transformasi Kesehatan Indonesia, khususnya penguatan pelayanan kesehatan primer dan layanan rujukan.

“Penguatan layanan primer menjadi salah satu prioritas karena pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan, tenaga keperawatan memiliki peran strategis dalam mendeteksi penyakit sejak dini, memberikan edukasi kesehatan, serta mendampingi masyarakat untuk mengendalikan faktor risiko penyakit.

Perawat tidak lagi hanya berperan dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang sakit, tetapi juga dituntut aktif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

“Di sinilah perawat memiliki peran strategis, baik melalui kegiatan penelitian, edukasi, promosi kesehatan, maupun tindakan preventif di tengah masyarakat. Perawat tidak hanya bertugas memberikan pelayanan ketika seseorang jatuh sakit, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri,” jelasnya.

Zulkifli menilai, tingginya temuan hipertensi menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Melalui penerapan pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta pengendalian faktor risiko, masyarakat diharapkan mampu mencegah penyakit berkembang menjadi komplikasi serius.

Ia mencontohkan, penderita hipertensi dapat memperoleh penanganan secara optimal di Puskesmas melalui pengobatan teratur, pemantauan tekanan darah, dan perubahan gaya hidup.

Penanganan sejak dini dinilai penting untuk menekan risiko komplikasi, termasuk stroke, sehingga tidak seluruh pasien harus mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.

“Harapannya, masyarakat yang sehat tidak menjadi sakit, sementara masyarakat yang sakit dapat kembali sehat. Penyakit seperti hipertensi harus bisa dikelola sejak awal di layanan primer sehingga tidak berkembang menjadi komplikasi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kompetensi tenaga keperawatan, Diskes Riau juga mendorong pemerataan sumber daya manusia kesehatan, penguatan fasilitas pelayanan primer, serta peningkatan cakupan imunisasi.

Saat ini, Provinsi Riau memiliki 244 Puskesmas yang tersebar di 172 kecamatan dan 1.862 desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 Puskesmas telah dilengkapi fasilitas rawat inap.

Zulkifli menyebutkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan Puskesmas melalui program revitalisasi yang mendapat dukungan pemerintah pusat.

“Kedepannya, kapasitas pelayanan Puskesmas akan terus diperkuat melalui program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, fasilitas, serta kapasitas sumber daya manusia kesehatan, termasuk tenaga keperawatan profesional,” sebutnya.

Ia berharap penguatan fasilitas kesehatan dan peningkatan kompetensi tenaga keperawatan dapat menciptakan sistem pelayanan yang lebih terintegrasi antara Puskesmas dan rumah sakit.

“Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan penanganan kesehatan secara optimal sejak tingkat pertama, sehingga tidak semua kasus penyakit harus berakhir di rumah sakit,” terangnya.

Melalui transformasi praktik keperawatan yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Riau berharap pelayanan kesehatan semakin berkualitas, sekaligus mendorong masyarakat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini.

banner 970x250