oleh

Pilpres 2019, Pengamat: Akan Jadi Pertarungan Jokowi dengan Kelompok Radikal

JAKARTA – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens memetakan, kelompok radikalisme di Indonesia bakal bersatu melawan petahana, Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

“Jadi, Pilpres 2019 nanti menjadi pertarungan antara Jokowi dengan kelompok radikalisme,” ujar Boni dalam dalam sebuah diskusi di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).

banner 300x250

Karena jumlahnya yang masih kecil, Boni memprediksi kelompok radikalisme ini akan dirangkul oleh kelompok agama-politik yang cenderung bersifat pragmatis, seperti partai politik.

(Baca Juga: Besok, KPU Umumkan 14 Parpol yang Lolos di Tahap Verifikasi Faktual)

Selain itu, Boni juga menilai bergabungnya kekuatan kelompok radikal dan partai politik ini tersebut cenderung akan menggunakan isu-isu irasional untuk menggerus kepercayaan publik terhadap Jokowi sebagai lawannya di Pilpres 2019.

“Kalau terhadap Jokowi, dibilang PKI-lah, anti-Islam dan isu-isu lain yang irasional. Dia tidak berteriak soal kinerja, dia tidak berbicara tentang apa yang sudah dikerjakan Jokowi,” ujar Boni.

Boni khawatir 60 persen masyarakat Indonesia yang tak memahami politik yang baik akan terpengaruh kelompok ini. Pasalnya, belajar dari Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, Boni mengatakan, memang rakyat Indonesia sudah cerdas untuk memilih sosok untuk jadi pemimpinnya.

(Baca Juga: Pilpres 2019, Gatot Dinilai Cocok Berpasangan dengan Anies)

Namun, sosok yang dipilih itu akan dipengaruhi oleh isu-isu tertentu yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Yang lebih berbahaya, tegas Boni isu, tersebut bisa mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Kebetulan Jokowi masih kuat. Prinsip-prinsip kerakyatan dan lain-lain masih ada pada dirinya,” pungkasnya.

(Ari)

Sumber: okezone.com