oleh

Polisi Selidiki Bocornya Penyamaran Brigadir Rizal saat Gerebek Bandar Narkoba

JAKARTA – Polisi masih menyelidiki bocornya penyamaran anggota Sub Unit II Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Brigadir Rizal Taufik saat memburu bandar narkoba yang melibatkan pasangan suami istri (Pasutri) Ahmad Sopian (33) dan Siti Aisyah (33) pada Jumat 5 Januari kemarin di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Bocornya penyamaran Brigadir Taufik terbongkar karena banyak kejanggalan saat penggerebekan, Sopian dan Aisyah yang menjadi target polisi diduga telah mengetahui dan telah menyiapkan perangkap terlebih dahulu. Polisi pun menyelidiki kemungkinan ada keterlibatan orang internal yang membocorkan operasi tersebut.

banner 300x250

“Masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, masih pendalaman apakah ada (anggota) ‘masuk angin’ atau tidak,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Bocornya penyamaran Brigadir Taufik yang menjadi pembeli itu berakibat fatal, ia masuk dalam perangkap Sopian dan Aisyah alias tidak sesuai dengan rencana awal, seharusnya transaksi dilakukan perlintasan Kereta Api Kampung Janis, Penjaringan. Namun bandar itu kemudian mengajaknya ke sebuah rumah.

“Yang bersangkutan kan melakukan undercover buy untuk mencari sehingga agar tak diketahui pelaku bahwa dia adalah anggota polisi, itu teknik dari anggota kepolisian,” terangnya.

Rupanya pasutri itu telah mengetahui penyamaran itu, mereka langsung menghantam kepala Brigadir Rizal dengan balok kayu sebanyak dua kali hingga tersungkur. Dan belum sempat dikena peluru, mereka berhasil kabur beberapa saat kemudian tiba anggota polisi lain yang tengah mengintai karena mendengar tembakan Brigadir Rizal.

Brigadir Rizal langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur dilakukan operasi akibat luka yang cukup parah di bagian wajah dan kepalanya. Bahkan, ia menderita pendarahan di selaput otak bagian belakang atau sub aranoid dan efidural dan keretakan di bagian tengkorak.

Keesokan harinya, pada Sabtu 6 Januari polisi berhasil menangkap Sopian dan Aisyah yang sempat bersembunyi di kawasan Tangerang, Banten. Mereka diinterogasi kemudian diajak ke rumah di Kampung Janis untuk menunjukkan barang bukti.

Setelah polisi menemukan barang bukti di dapur, di luar dugaan, Sopian mengambil pisau dan hendak menyerang petugas sehingga polisi terpaksa menembak mati residivis tersebut. Sementara Aisyah sudah diamankan dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(muf)