oleh

Asteroid “Berpotensi Berbahaya” Mendekati Bumi dalam Waktu Dekat

JAKARTA Asteroid sebesar 1,1 kilometer akan meluncur melewati Bumi dengan kecepatan sekira 107.826 kmh dalam waktu dua minggu. Kecepatannya lebih tinggi dari pesawat berawak tercepat di dunia.

Batuan luar angkasa yang dikenal sebagai 2002 AJ129 akan terbang dengan jarak 4.208.641 kilometer dari Bumi, pada 4 Februari. Mungkin terdengar sangat jauh, tetapi jarak tersebut relatif kecil dalam bidang antariksa.

banner 300x250

NASA telah mengklasifikasikan asteroid tersebut sebagai ‘berpotensi berbahaya’. Label tersebut diberikan oleh agensi luar angkasa kepada objek-objek yang akan mendekati Bumi hingga jarak 7.402.982 kilometer. Sebagai perbandingan, jarak antara Bumi dan bulan sekira 384.400 kilometer.

AJ129 adalah salah satu batuan luar angkasa terbesar yang akan melewati Bumi tahun ini. Jika sebuah objek dengan ukuran sebesar itu menghantam Bumi, konsekuensinya dapat menghancurkan.

Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan, jika sebuah asteroid dengan ukuran ini menabrak Bumi, akan ada banyak material terlempar ke atmosfer sehingga bisa menghalangi sinar Matahari selama bertahun-tahun. Hal itu dapat menyebabkan suhu turun di seluruh dunia dan memicu zaman es kecil.

Baca juga: Asteroid Berbentuk Tengkorak Kembali Mendekati Bumi di 2018

Tak hanya itu, jika asteroid tersebut melanda tanah, efek gelombang awal ledakan akan meratakan apapun di sekitarnya hingga bermil-mil. Selain itu, jika menghantam lautan, maka dapat mengakibatkan tsunami yang sangat besar, setinggi ratusan meter.

Untungnya, kemungkinan hantaman semacam itu kecil, setidaknya dalam waktu dekat. Saat ini, para ilmuwan telah mendeteksi lebih dari 800 asteroid dengan ukuran lebih besar dari 1 kilometer, yang diperkirakan akan meluncur melewati Bumi, tetapi tidak ada yang dianggap sebagai ancaman langsung. Demikian dilansir dari International Business Times, Kamis (18/1/2018).

Asteroid 3200 Phaethon

Pada Desember 2017 dilaporkan, muncul batuan antariksa yang dinamakan 3200 Phaethon. Asteroid itu telah mencapai titik terdekatnya pada Bumi, yaitu 10,3 juta kilometer. Menurut badan antariksa, itu merupakan jarak terdekat dengan Bumi sejauh ini hingga 2093.

Baca juga: Sempat Dekati Bumi, Asteroid 3200 Phaethon Berukuran Lebih Besar

Gambar terbaru oleh Arecibo Observatory Planetary Radar milik Puerto Rico, menunjukkan bahwa objek tersebut memiliki lekukan yang besar di khatulistiwanya yang berukuran beberapa ratus meter. NASA mengatakan, objek bulat tersebut juga memiliki fitur gelap yang mencolok di dekat salah satu kutubnya.

“Pengamatan baru mengenai Phaethon ini menunjukkan, bentuknya mirip dengan asteroid Bennu, target pesawat luar angkasa OSIRIS-Rex NASA, tetapi lebih dari 1.000 Bennus bisa muat di dalam Phaethon,” kata Patrick Taylor, dari Universities Space Research Association (USRA), Columbia, Maryland, seorang ilmuwan dan pemimpin tim untuk Planetary Radar di Arecibo Observatory.

Ia juga mengatakan, fitur gelapnya bisa jadi merupakan kawah atau lekukan topografi lainnya, yang tidak memantulkan sinar radar kembali ke Bumi, sebagaimana dikutip dari Daily Mail.

Pengamatan terbaru yang berlangsung pada 15-19 Desember mengungkap bahwa ternyata Phaethon berukuran 6 kilometer, yang berarti lebih besar dari perkiraan sebelumnya, yakni 4,8 atau 5 kilometer. Asteroid ini melintasi Bumi pada titik 27 kali jarak antara Bumi dan bulan.

(ahl)