oleh

Puluhan Pengayuh Becak di Indramayu Bersiap Hijrah ke Jakarta

INDRAMAYU – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan kembali becak beroperasi di Ibu Kota. Kebijakan itu disambut gembira para pengayuh becak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Mereka berencana hijrah ke Jakarta dalam waktu dekat.

Hal itu diakui puluhan pengayuh becak yang setiap harinya mangkal di sejumlah pasar dan kawasan lampu merah Karangampel, Indramayu. Mereka berharap Jakarta bisa jadi ladang baru mereka mencari nafkah menyusul sepinya pendapatan di Indramayu.

banner 300x250

Warno, seorang pegayuh becak di Karangampel mengatakan, mereka berencana mengadu nasib jadi jadi tukang becak ke Jakarta. Selama ini, kata dia, menarik becak di Indramayu sepi penumpang.

“Bahkan dalam sehari ada pengayuh becak hanya mendapatkan satu penumpang,” katanya, Sabtu (20/1/2018).

Karena itulah, puluhan pengayuh becak di Indramayu dalam waktu dekat berencana berhijrah bersama ke Jakarta dengan membawa becak masing- masing. Becak akan diangkut dengan truk ke Jakarta.

Bagi sebagian warga, becak merupakan kendaraan masih dibutuhkan masyarakat terutama transformasi yang ramah lingkungan serta ongkos pun sangat terjangkau bagi rakyat kecil.

Dengan adanya kebijikan diperbolehkan oleh Anies Baswedan, pengayuh becak di Indramayu berharap bisa mencari nafkah meski wilayah becak terbatas di beberapa titik di Ibu Kota.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa becak tidak akan beroperasi di Jalan Raya Ibu Kota, melainkan di pemukian dan perkampungan warga Jakarta.

“Jadi di kampung-kampung itu, banyak sekali warga yang dalam kenyataannya menggunakan angkutan lingkungan berbentuk becak. Bukan di jalan raya tapi di jalan kampung,” papar Anies, Senin lalu.

(Baca juga: Anies Kembali Izinkan Becak Beroperasi di Jakarta)

Anies menceritakan, bahwa saat ini masyarakat di kampung-kampung Jakarta lebih memilih moda transportasi roda tiga ini kebanyakan untuk mengakut barang belanjaan dari pasar dan becak ini aksesnya lebih mudah dibandingkan dengan alat trasnportasi lainnya.

“Mereka yang pulang belanja dagangan yang warungnya di dalam itu masuknya ke dalam pakai apa? Pakai becak,” tegas Anies.

“Nah kita akan mengatur supaya becak berada tetap di dalam kampung, tidak becak berada di jalan dan tidak semua tempat hanya di tempat yang memang kenyataanya memang ada,” paparnya.

Anies mengatakan Pemprov DKI segera menata kendaraan becak untuk tetap beroperasi di kampung-kampung yang ada di kawasan Jakarta.

“Jakarta ini untuk semuanya jadi ingin bagi warga yang memang membutuhkan becak bisa pakai becak. Tapi di sisi lain kita juga mengatur jangan sampai hadirnya kendaraan becak memperumit masalah lalu lintas,” kata Anies.

 

(sal)