oleh

Warga Keluhkan Sulitnya Perpindahan Fasilitas Kesehatan dari BPJS Kesehatan

YOGYAKARTA – Warga Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memudahkan perpindahan fasilitas kesehatan (faskes).

banner 300x250

Kepala Dusun Gatak Agus Budiyono di Gunung Kidul, mengaku telah menerima keluhan warga terkait kesulitan pindah faskes karena alasan lebih dekat.

Dia mengatakan, menurut keterangan warga mereka sudah berupaya pindah, namun kesulitan karena banyaknya persyaratan. Misalnya untuk pindah faskes, dalam kepengurusan berkas ke BPJS Kesehatan tidak boleh datang secara bersama-sama.

“Padahal sudah menjadi kebiasaan di dusun kami kalau ada apa-apa mengurusnya bersama, seperti saat menengok orang sakit. Kami menyewa angkutan agar lebih murah ke Wonosari,” katanya di Yogyakarta, Minggu (18/2/2018).

Baca Juga: Hindari Defisit, Efisiensi BPJS Kesehatan Harus Dilakukan

Agus berharap dari penyedia layanan tidak membingungkan warga. Sebagai warga yang berhak mendapatkan jaminan kesehatan, juga berhak memilih yang lebih dekat.

“Semoga pihak terkait bisa mendengarkan keluhan masyarakat,” katanya.

Salah seorang Warga padukuhan Gatak, Waluyo mengaku sudah mengurus kepindahan faskes dari puskesmas ke salah satu klinik yang dekat dengan lingkungannya, dan dijanjikan BPJS Kesehatan bahwa pelayanan pindah faskes bisa berfungsi bulan ini.

Baca Juga: BPK Berikan 3 Opsi untuk Defisit Keuangan BPJS Kesehatan

“Sampai sekarang tidak bisa berfungsi. Keinginan pindah karena agar mudah saja dalam berobat,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Gunung Kidul Syarifatun Kurniawati memastikan kemudahan kepindahan faskes namun atas keinganan sendiri dan tidak dilakukan rombongan.

“Larangan rombongan atau mobilisasi untuk mengantisipasi kepindahan karena atas arahan orang tertentu,” katanya.

Dia mengatakan, dengan kemudahan ini diharapkan masyarakat mengikuti kebijakan ini, sehingga akan memudahkan.

“Untuk aktifasi satu bulan, tetapi masih bisa digunakan di faskes lama, sembari menunggu aktifasi ke faskes baru,” katanya.

(ulf)

(rhs)