oleh

Kepala BNPB Sebut Tren Bencana Setiap Tahun Meningkat

NUSA DUA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan tren terjadinya bencana setiap tahunnya mengalami peningkatakan. Dia menjelaskan, bahwa ada beberapa yang menyebabkan intensitas dan frekuensi bencana semakin meningkat.

“Kondisi sungai yang memprihatinkan. Bencana yang diakibatkan perubahan iklim, cuaca ektrim ini memakan korban yang cukup banyak. Banyak longsor,” ungkap Willem, Rabu (21/2/2018).

banner 300x250

BNPB Luncurkan 3 Software, Inisiasi Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana

(Baca Juga: BNPB: Waspadai Bencana di Puncak Musim Hujan Februari 2018)

Potensi gempa pada tahun 2010 ada 110 titik sedangkan tahun 2017 menunjukkan ada 295 Titik. “Potensi gempa bertambah signifikan. Bencana-bencana non alam gagal teknologi, material-material yang berbahaya. Adanya bencana yang cenderung meningkat ini tidak hanya ada di Indonesia tapi diseluruh dunia,” urai Willem.

“Sebelumnya tidak ada bencana yang seperti itu sekarang terjadi,” sambungnya.

Dia menjelaskan, kedepan dalam penanggulangan bencana harus mengalami perubahan paradigma.

“Kita tidak bisa mengatakan biaya penanggulangan bencana. Kita berharap itu bisa jadi investasi. Penanggulangan bencana itu investasi bukan dianggap sebagai biaya,” paparnya.

(Baca Juga: BNPB Beberkan Penyebab Pulau Jawa Rentan Terkena Bencana)

Selain itu Willem juga menyatakan, pertumbuhan ekonomi itu aman kalau bisa mengatasi penanggulangan bencana dengan baik. Sebab, penanggulangan bencana tidak hanya saja berdampak pada manusia tapi juga berdampak pada ekonomi dan lingkungan.

“Kerugian akibat bencana setiap tahun Rp30 triliun pertahun. Dampak untuk ekonomi terlalu besar,” pungkasnya.

(fid)