oleh

Anggap Wajar Demo Bela Boyolali, Gerindra: Prabowo Tak Niat Menghina

JAKARTA – Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade menilai, sejumlah masyarakat yang demo terkait pidato Prabowo di Boyolali yang menuai pro dan kontra sebagai hal biasa.

Namun, kata dia, ada upaya untuk menjatuhkan nama Prabowo dengan memotong video sebab dalam pidato tersebut Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak serius alias tengah bergurau.

banner 300x250

“Yang demo wajar. Intinya Pak Prabowo itu tidak ada niat menghina masyarakat Boyolali cuma tiba-tiba dipotong videonya digorenglah soal ini,” kata Andre kepada Okezone, Senin (5/11/2018).

Andre menjelaskan, saat Prabowo melontarkan kalimat tersebut dalam acara peresmian Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali beberapa waktu lalu itu tidak ada yang protes. Padahal acara itu dihadiri orang Boyolali.

Andre Rosiade (Heru Haryono)

“Pak Prabowo kan enggak ngomong apa-apa, denger enggak temen-temen (di acara), ada enggak yang protes yang hadir di sana. Mereka ketawa-tawa happy-happy semua yang hadir di situ. Itu orang Boyolali semua karena mereka tahu maksud Pak Prabowo,” paparnya.

Andre membandingkan ucapan Prabowo dengan kalimat yang dilontarkan Kaesang Pangarep putra Presiden Jokowi yang juga pernah menyebut kata ‘Ndeso’. Namun, hal itu dinilai sebagai bukan penghinaan.

(Baca Juga : Prabowo Sebut “Tampang Boyolali”, TKN : Kalau Mau Bercanda Tempatnya Disesuaikan)

“Tidak ada yang menghina sama kaya Kaesang bilang ndeso kan sama juga bisa dibilang menghina. Tapi, kan enggak (menghina-red) karena memang maksudnya enggak menghina. Tapi, Kaesang bukan peserta Pilpres enggak perlu di-downgrade,” terangnya.

Andre menambahkan, secara substansi Prabwo hanya bicara soal ketimpangan, tapi hal itu di manfaatkan sejumlah pihak. “Pak Prabowo itu bicara substansinya soal ekonomi, ketimpangan kesenjangan ketidakmapanan ketidak makmuran tapi digoreng,” tukasnya.

(Baca Juga : Jokowi Blusukan Naik Motor, Ahmad Rofiq: Simbol Efisien & Kecepatan)

(erh)