oleh

Warga Heran Anjing Milik Korban Pembunuhan 1 Keluarga di Bekasi Tak Menggonggong

BEKASI – Yuli (30), seorang tetangga korban pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, merasa ada kejanggalan atas kejadian yang menimpa para korban.

Pasalnya, anjing peliharaan korban yang biasanya aktif menggonggong saat melihat orang lewat, justru tidak mengeluarkan suara apapun saat kejadian naas tersebut.

banner 300x250

 Baca juga: Ini Identitas 1 Keluarga Korban Pembunuhan di Bojong Nangka Bekasi

“Tumben kok pas kejadian anjingnya nggak ngegonggong. Padahal biasanya selalu ngegonggong kalau ada orang yang lewat, apalagi kalau malam hari. Ya heran aja jadinya,” katanya di lokasi, Selasa (13/11/2018).

Wanita yang memiliki warung tidak jauh dari kediaman korban ini pun merasa heran dengan hal tersebut. Karena selama ini ia tak pernah melihat anjing korban bersikap tenang saat melihat orang lewat.

“Semalam tadi itu anjingnya kan ada, tapi sama sekali tidak rewel menggongong gitu. Biasanya rewel, kalau orang lewat digonggongin. Depan rumah korban itu kan rumah saudara saya,” akunya.

 Baca juga: Satu Keluarga di Bojong Nangka Bekasi Jadi Korban Pembunuhan

Menurut Yuli, korban sekeluarga dikenal baik dan ramah semasa hidup. Korban juga diketahui memiliki toleransi yang tinggi terhadap para tetangganya yang berbeda keyakinan.

“Korban baik sekali. Misal ada tetangga yang meninggal, korban tetap datang melayat bareng-bareng sama warga, meski beragama lain,” tandasnya.

Sementara, adik sepupu korban, Fani (26) awalnya kaget dan tak percaya saat diberitahu perihal kematian korban sekeluarga.

“Tadi dapat kabar itu dari saudara di Pekanbaru. Dapat kabar kakakku (Maya) dirampok dan dibunuh satu keluarga. Aku sempat gak percaya. Pas dikabarin, aku langsung kesini tadi dari Cakung,” ujar dia.

 Baca juga: Polisi Langsung Selidiki Pembunuhan 1 Keluarga di Bojong Nangka Bekasi

Fani mengaku, sebelum menempati tempat tinggalnya yang sekarang di daerah Pekayon, Bekasi Selatan, ia sempat menumpang hidup di kediaman korban selama kurang lebih lima tahun.

 Korban Pembunuhan Sekeluarga (Wijayakusuma/Okezone)

“Sebelum di Pekayon, aku tinggal disini sama kakak itu. Tinggal disini selama lima tahunan,” kata wanita yang menggeluti bidang properti itu.

Menurutnya, korban memiliki sikap tegas dalam memberikan bimbingan kepada adik dan sepupunya yang kala itu tinggal menumpang di rumahnya. Korban juga termasuk sosok yang peduli terhadap keluarga.

 Baca juga: Kapolda Metro Instruksikan Anak Buahnya Segera Tangkap Pembunuh 1 Keluarga di Bekasi

‘Kalau kakak itu tegas, dia nggak mau adiknya itu terjerumus. Selama aku tinggal disini dulu, dia selalu kasih arahan. Terus sering main juga lihat-lihat adik-adiknya dan keponakan. Kesehariannya selain ngelola warung dan kontrakan, ya ngurus anak, antar sekolah,” paparnya.

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak, ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya, pada Selasa pagi. Korban Diperum Nainggolan (38), Maya br Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), diduga menjadi korban perampokan oleh sekelompok orang. Hingga saat ini polisi masih mendalami kasus guna memburu para pelaku.

(rzy)