oleh

Anaknya Meninggal Dunia, Mantu Wiranto Tengah Berada di Kendari

KARANGANYAR – Jenazah Achmad Daniyal Alfatih, putra dari Lia Wiranto dan Abdi Setiawan telah dimakamkan di pemakaman keluarga, Kelurahan Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018). Namun duka masih menyelimuti keluarga yang ditinggalkan.

Meski merasa sangat kehilangan, namun Abdi Setiawan berusaha untuk bersikap tegar. Kebesaran dan keikhlasan hati Abdi Setiawan juga terlihat saat menggendong jenazah Achmad Daniyal Alfatih.

banner 300x250

Kepada Okezone, Abdi Setiawan sampaikan sang anak meninggal karena terpeleset di kolam. Dan saat kejadian dirinya sedang berada di luar kota tepatnya di kota Kendari untuk suatu urusan.

“Hingga akhirnya siang harinya, saya dapat kabar duka ini, ” jelasnya usai pemakaman, Jumat (16/11/2018).

cucu

 (Baca juga: Wiranto Gendong Sendiri Jenazah Cucu Kesayangannya ke Liang Lahat)

Disaat kabar duka diterima, dirinya harus segera pulang ke Jakarta. Tentunya untuk mendapatkan tiket pesawat mendadak bukanlah suatu hal yang mudah.

Namun sudah ketentuan Allah SWT semuanya dipermudah. Berkat bantuan rekan-rekan di Kendari akhirnya dalam waktu singkat tiket sudah tersedia.

 

“Alhamdulillah tiket bisa tersedia atas bantuan teman-teman di sana (Kendari), hingga saya bisa segera balik ke Jakarta, ” tuturnya.

Meski berat, namun Abdi Setiawan beserta istri dan keluarga harus ikhlas. Dirinya sadar bahwa Allah telah mengambil milikNYA yang dititipkan pada hambaNYA.

 (Baca juga: Firasat Sang Ayah Sebelum Cucu Wiranto Meninggal karena Kecelakaan di Kolam Ikan)

Ketentuan takdir harus diterima. Bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami maut. Termasuk putranya yang meninggal karena tenggelam.

“Dan yang mati tenggelam adalah mati Syahid (termasuk Achmad Daniyal Alfatih) ,” tuturnya.

 cucuc

Seperti diketahui sang ibunda Amelia Sianti terlihat sangat terpukul, putra bungsunya dari 7 bersaudara di panggil menghadap sang Kuasa di usia dini. Menurutnya rasa kehilangan berat dan itu hal yang wajar.

“Kehilangan teman saja berduka. Kehilangan pesawat JT 610 saja Indonesia berduka apalagi kehilangan anak. Itu hal yang wajar. Dan Achmad Daniyal Alfatih sesuai ketentuan Allah hanya bersama kami hingga usia 1 tahun 4 bulan,” tutupnya.

(wal)