oleh

Soal People Power, Pemuda Muhammadiyah: Amien Rais Jangan Pesimis dan Frustasi

JAKARTA – Wasekjend PP Pemuda Muhammadiyah, David K Alka menilai, pernyataan Amien Rais sebagai wujud rasa frustasi politik.

“Pernyataan ayahanda Amien Rais tentang ancaman people power bernada pesimisme dan seolah mengalami frustasi politik sebagai bapak reformasi” kata David dalam diskusi di Formappi tentang People Power, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

banner 300x250

 Baca juga: Amien Rais Serukan People Power, AHY: Enggak Usah Terlalu Parno

Seharusnya, tambah David, Amien memberikan pernyataan yang bernada optimis, bukan mengeluarkan ujaran kecemasan dan ketakutan bagi rakyat pemilih.

 Amien Rais

“Komentar Pak Amien seperti menekan suara politik rakyat dan tekanan terhadap kebebasan warga untuk memilih. Padahal sekarang kontrol publik terhadap penyelenggara sudah terbuka dan kepercayaan publik kepada KPU cukup tinggi” jelas David.

Menurut David, Amien sebagai tokoh Muhammadiyah dan tokoh bangsa mesti rendah hati, arif, bijak, mencerahkan dan berkemajuan.

 Baca juga: Perindo Anggap Pernyataan People Power Amien Rais Hanya Gertakan

David menjelaskan bahwa isu people power itu tidak lain sebagai upaya menggerakkan massa. Dalam konteks ini tujuannya jelas, politik dan kekuasaan.

“Harusnya dalam iklim demokrasi gerakan massa yang dibenarkan sebagaimana prinsip vox populi vox dei. Vox populi vox dei juga bisa berarti rakyat memilih pemimpinnya sendiri dan ketika pilihannya menang maka itu dianggap sebagai kehendak Tuhan,” kata David.

People power ini adalah bentuk lain dari kudeta yang bukan dilakukan oleh militer. People power adalah kudeta yang memanfaatkan kekuatan sipil.

Karenanya, lanjut David, people power berpotensi merusak iklim demokrasi yang mulai sakit dirundung situasi politik. Secara individual ajakan berkerumun dalam people power mencederai independensi person.

 Baca juga: TKN: Ancaman People Power Amien Rais Skenario Besar Delegitimasi Hasil Pemilu

“Upaya gerakan people power ini kan basisnya kecurigaan tanpa dasar. Karena pemilu saja belum dimulai jelas tidak ada (belum ada) kecurangan. Tapi malah sudah bersiap menggerakkan massa. Artinya ia bisa saja tidak percaya pada demokrasi kita hari ini” pungkas David.

Dengan demikian, lanjut David, institusi penyelenggara dan pengawas pemilu dilecehkan kredibilitasnya.

“Ajakan people power itu mengesampingkan politik akal sehat yang didengungkan. Sebab people power bisa saja bukan kerumunan manusia berpikir tapi gerakan fisik yang berpotensi konflik,” tegasnya.

(rzy)

Sumber : okezone.com