oleh

Pengalihan Pelayanan Penyeberangan RoRo dari Mengkapan ke Sungai Selari, Dishub Bengkalis: Kami Siap, Tapi…

PEKANBARU – Pasca robohnya jembatan penyeberangan RoRo (Roll on Roll off) Pelabuhan Tanjung Buton di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, roboh Hari Selasa, 17 September 2019, lalu, pelayanan penyeberangan sementara ditutup.

Meskipun demikian, ada upaya Pemerintah Provinsi Riau mengalihkan pelayanan penyeberangan RoRo dari Tanjung Buton (Mengkapan) ke Pelabuhan Penyeberangan RoRo Sungai Selari di Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis.

banner 300x250

Selain menunggu izin administrasi dari Kementerian Perhubungan RI, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis memberikan sejumlah persyaratan agar bisa dijalankan untuk keselamatan bersama.

“Pada dasarnya kita sudah menyetujui, pelayanan penyeberangan RoRo Tanjung Buton dipindahkan sementara ke Pelabuhan RoRo Sungai Selari, hingga jembatan penyeberangan RoRo Mengkapan yang roboh siap diperbaiki. Namun ada beberapa persyaratan yang kita berikan untuk keselamatan pelayanan,” kata Kepala Dishub Bengkalis Djoko Edi Imhar kepada GoRiau.com, Minggu (22/9/2019).

Persyaratan tersebut dikatakan Djoko, ada surat resmi yang ditujukan Gubernur Riau kepada Bupati Bengkalis, terkait pemakaian lintasan sementara. Membatasi berat kendaraan dan barang tidak lebih dari 8 ton, baik yang berangkat dari Sungai Selari maupun yang akan tiba di Sungai Selari.

“Jika berat kendaraan dan barang melebihi tonase yang sudah kita sepakati bersama, yaitu 8 ton. Maka Kapal RoRo yang melayani rute Tanjung Buton tidak dibolehkan lagi bersandar di Pelabuhan Penyeberangan RoRo Sungai Selari,” ujar Djoko.

Dishub Bengkalis, sambung Djoko, juga meminta pihak Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Darat melakukan asesment atau pengecekan fisik, sebelum Pelabuhan RoRo Sungai Selari digunakan sebagai lintasan sementara pelayanan RoRo Tanjung Buton.

“Pengecekan ini agar, sebagai antisipasi dan pertanggungjawaban bersama. Karena, intensitas kendaraan yang melintas akan meningkat di Pelabuhan RoRo Sungai Selari,” ungkap Djoko.

Djoko juga meminta, pengelolaan dibawah koordinasi Dishub Bengkalis. Juga pemberlakukan pas orang dan kendaraan masuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Bengkalis. Hal ini guna, dilakukannya pemeliharaan akibat meningkatknya pelayanan dari lintasan sementara Kapal RoRo Tanjung Buton.

“Pengaturan teknis lapangan dan pelayanan operasional menjadi hak dari Dishub Bengkalis. Sementara fungsi BPTD (Balai Pengelolaan Transportasi Darat) Wilayah IV Riau-Kepri dan Dishub Provinsi Riau, sebagai pengawasan,” jelas Djoko.

Hal tersebut telah disampaikan pihak Dishub Bengkalis dalam rapat koordinasi penggunaan lintasan sementara di Kantor Dishub Riau, 19 September 2019, lalu, yang dipimpin Kepala UPT Prasarana Perhubungan LLAJSDP Dishub Riau, bersama Keoala BPTD Wilayah IV Riau-Kepri, KSOP Tanjung Buton, Dishub Siak, PT ASDP Ferry Persero, dan PT Jembatan Nusantara.

Pelabuhan Penyeberangan RoRo Tanjung Buton (Mengkapan) melayani tiga rute penyeberangan, yaitu Tanjung Buton (Mengkapan) – Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau), Tanjung Buton – Telaga Punggur (Batam), dan Tanjung Buton – Kampung Balak (Kepulauan Meranti).