oleh

Kartu Smart Madani Dukung Implementasi Gerakan Non Tunai

PEKANBARU – Peluncuran kartu smart madani diharapkan dapat mendorong gerakan non tunai atau less cash society yang telah digaungkan beberapa tahun terakhir ini.

Hadir dalam peluncuran kartu smart madani dan kartu identitas anak (KIA) yang dilaksanakan di SMPN 4 Pekanbaru, pada Senin (14/10/2019) kemarin, diantaranya Walikota Pekanbaru Firdaus, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Decymus, Kepala Sekolah SMPN 4 Pekanbaru Ridwan, Wakanwil BNI, Dinas Pendidikan, dan Dukcapil Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Riau, Decymus mengatakan, bahwa SMPN 4 Pekanbaru dapat menjadi pelopor dan contoh bagi sekolah-sekolah lainnya untuk dapat mendorong perwujudan less cash society.

“Terima kasih kepada Pemko Pekanbaru, Kanwil BNI, dan SMPN 4 Pekanbaru yang secara nyata telah mewujudkan komitmen dengan menggunakan instrumen non tunai kartu smart madani,” ungkapnya.

Ia pun berharap semoga ke depannya, program digitalisasi terus berkembang di sektor lainnya, seperti digitalisasi transportasi, digitalisasi pasar hingga merambah ke berbagai aspek lainnya.

“Ini demi mewujudkan Pekanbaru Smart City yang berkelanjutan demi meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat Kota Pekanbaru dalam menjalankan transaksi keuangan,” ujarnya.

Ia pun menyadari, bahwa saat ini masyarakat berada di era kekinian dan berada di antara generasi millennial. Kondisi ini merupakan anugerah sekaligus tantangan di era digital ini. Di mana, di Indonesia sendiri, proporsi generasi millenial berkisar 34,45 persen dari penduduk negeri ini.

Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, lanjut Decymus, generasi millennial merupakan generasi yang melek teknologi dan bergantung pada teknologi digital untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Salah satunya adalah penggunaan transaksi keuangan. Jika beberapa tahun lalu pembayaran tunai masih menjadi pilihan utama, kini masyarakat mulai melakukan transaksi secara non-tunai dengan alasan kecepatan dan kepraktisan,” ungkapnya.

Di mana, berdasarkan riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebagian besar generasi millenial memiliki akses ke perangkat elektronik yang terhubung dengan internet. Dari 2.384 responden di seluruh Indonesia, sebanyak 54,3 persen responden mengaku menggunakan transaksi non tunai setiap harinya.

Berdasarkan hal tersebut, Bank Indonesia dari tahun 2014 mencanangkan program Gerakan Nasional Non Tunai dengan tujuan untuk meningkatkan kebiasaan masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai. Hingga akhirnya, akan terbentuk suatu komunitas masyarakat yang bertransaksi non tunai dalam kegiatan ekonominya atau yang biasa disebut dengan less cash society.

“Perwujudan less cash society ini penting untuk mendorong perekonomian yang lebih efisien, serta meningkatkan aspek governance dalam pengelolaan keuangan oleh masyarakat, pelaku bisnis maupun instansi pemerintah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” imbuhnya.