
PASIR PENGARAIAN. Wacana Pemerintah Pusat menghapuskan Tenaga Honorer belum dapat dilaksanakan oleh Pemkab Rohul. Pasalnya, Karena keberadaan tenaga Honorer masih menjadi ujung tombak pelayanan di Pemkab Rohul mengingat belum mencukupinya ASN di Kab. Rohul saat ini.
Untuk hari ini tenaga honorer masih sangat dibutuhkan karena di OPD banyak di Sub bagian ditopang oleh tenaga honorer karena keterbatasan ASN. Apalagi guru yang ada di sekolah yang sama sekali tidak ada ANS nya. Sehingga saat ini Pemkab Rohul masih butuh tenaga honorer”, kata Sekdakab Rohul H. Abdul Haris, Selasa (28/1/2020).
Sekda mengaku, bahwa Pemkab Rohul sejak 5 tahun terakhir tidak lagi menerima tenaga honorer dan memberdayakan tenaga honorer yang ada. Jika tenaga honorer yang ada di Kab. Rohul saat ini dihapuskan atau dirumahkan sudah dapat dipastikan akan menganggu pelayanan dan roda pemerintahan di Kab. Rohul.
“Seharusnnya sebelum kebijakan meniadakan tenaga honorer dimunculkan oleh Pemerintah Pusat, seharusnya ada solusi yang konkret dari pemerintah terkait nasib tenaga honorer di daerah. Seperti mengangkat tenaga honorer melalui Pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau CPNS, jadi tidak bisa langsung diberthientikan begitu saja” Cakapnya.
Disinggung apakah keberadaan tenaga honorer di Kab. Rohul saat ini sudah membebani keuangan daerah setiap tahunnya, Sekda mengakui memang keberadaan honorer tersebut membebani keuangan daerah, karena di tanggung pemerintah daerah melalui APBD.
Meski demikian, namun Sekda menegaskan keberadaan tenaga honorer tersebut, bukan bersifat mubazir tapi memang didasarkan terhadap kebutuhan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Keberadaaan tenaga honorer memang membebani keuangan daerah, tapi memang kondisinya sangat dibutuhkan, bayangkan saja berapa sekolah yang akan tutup karena guru honorer dihilangkan. Karena memang kondisinya disekolah kita ASN nya kurang dan Guru Honorer lah yang menjadi ujung tombak” Jelasnya.
Dari data badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan Kab. Rohul jumlah tenaga honorer berjumlah 3.550 orang. Jumlah tenaga honorer tersebut tersebar di seluruh OPD dan didominasi guru dan tenaga kesehatan. (Ra).




