TELUKKUANTANÂ – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau telah melakukan rapat paripurna dengan agenda laporan hasil reses masa sidang ke-1 tahun 2020.
Pada sidang paripurna yang dilaksanakan pada 5 Maret 2020, para anggota dewan menyampaikan hasil reses berdasarkan daerah pemilihan. Hasil reses tersebut menjadi pokok pikiran (Pokir) yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam bentuk program atau kegiatan di APBD.
Dalam paripurna tersebut, para anggota dewan menyampaikan ratusan pokir dan jika ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan, maka anggaran mencapai ratusan miliar rupiah.
Lantas bagaimana deangan kemampuan keuangan Pemkab Kuansing? Merujuk pada tahun 2020, APBD Kuansing senilai Rp1,4 triliun lebih.
Rinciannya, total belanja tidak langsung senilai Rp913,1 miliar lebih dan total belanja langsung senilai Rp502,9 miliar. Dalam belanja langsung terdapat belanja non urusan atau rutin kantor senilai Rp106,7 miliar dan belanja mandatori senilai Rp224,9 miliar lebih.
Dari situ, tersisa dana senilai Rp159 miliar lebih. Anggaran ini dipergunakan untuk belanja visi misi dan pokir dewan.
Dengan anggaran tersebut, bagaimana Pemkab Kuansing mengakomodir pokir anggota dewan? Bupati Kuansing Drs. H. Mursini, MSi menyatakan pihaknya akan menampung pokir tersebut.
“Nanti, akan kita pilah, mana yang sudah masuk program prioritas dan mana yang belum. Dari penyampaian tadi, saya pikir banyak yang sudah masuk dalam program visi misi dan tentunya menjadi skala prioritas penyusunan APBD 2021,” ujar Mursini yang ditemui usai paripurna.
Mursini mengakui, kemampuan keuangan daerah tidak mampu mengakomodir semua pokir yang disampaikan anggota DPRD tersebut. Di sisi lain, Mursini meminta jajarannya untuk gencar mengejar dana pusat.










