PEKANBARU – Sejak robohnya dermaga penyeberangan RoRo Pelabuhan Tanjung Buton di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau, masyarakat tidak lagi bisa menikmati pelayanan penyeberangan roro antar pulau dan provinsi. Agar pelayanan kembali normal, pemerintah pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp45 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan Riau, Taufiq Oesman Hamid mengatakan anggaran tahap pertama yang dikucurkan tahun ini sebesar Rp7,5 miliar dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjenhubdat). Anggaran ini, bukan untuk memperbaiki tapi membangun dermaga baru.
“Anggaran tersebut untuk membangun dermaga baru dari sisi laut, yakni dermaga seperti mobile bridge (mb), trestel, dan rigid beton. Karena faktor keselamatan, dermaga lama tidak lagi difungsikan,” kata Taufiq kepada GoRiau.com, Rabu (11/3/2020). Dermaga baru itu berada 25 meter dari dermaga lama yang roboh.
Taufiq mengatakan, sisa dari anggaran Rp45 miliar untuk melanjutkan pembangunan sisi laut yang masih kurang pada tahun 2021. Anggaran APBN tersebut memang dikhususkan Kementerian Perhubungan melalui Ditjenhubdat untuk membangun sisi laut.
“Saat ini tugas kita menyelesaikan perpindahan aset dari Pemprov Riau, yang akan diserahkan ke Kemenhub. Hal ini merupakan respon Kemenhub atas dasar komunikasi awal Gubernur Riau, Syamsuar dengan Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi,” ungkap Taufiq.
Terpisah, Gubernur Riau Syamsuar juga mengatakan dengan adanya bantuan dari APBN tersebut telah meringankan tugas APBD Riau tahun 2020. Dengan adanya dermaga baru yang lebih kokoh, bisa kembali melayani penyeberangan roro antar pulau dan provinsi dari Pelabuhan Tanjung Buton (Mengkapan).
“Informasi yang saya terima, akhir tahun ini pembangunannya selesai dan bisa dioperasionalkan. Penyerahan aset dari Pemprov Riau ke Kemenhub, kita harapkan tak ada kendala. Kalau pun ada kekurangannya akan cepat kita lengkapi,” jelas Syamsuar.
Untuk diketahui, Pelabuhan Penyeberangan RoRo Tanjung Buton (Mengkapan) melayani tiga rute penyeberangan, yaitu Tanjung Buton (Mengkapan) – Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau), Tanjung Buton – Telaga Punggur (Batam), dan Tanjung Buton – Kampung Balak (Kepulauan Meranti).










