SIAK – Kesadaran masyarakat Kabupaten Siak, Riau untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 sangat tinggi. Bupati Siak, Alfedri pun rela merogoh koceknya untuk membelikan 30 paket sembako dan dibagikan untuk keluarga Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.
Dikatakan Alfedri, ODP yang mayoritas dari keluarga kurang mampu ini sangat menjalankan usulan pemerintah untuk mengisolasi diri secara mandiri. Meskipun mereka selama ini bekerja mengandalkan upah harian untuk kebutuhan hidup.
“Jumlah ODP di Siak hingga Sabtu (28/3/2020) mencapai 93 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 2 orang. Mereka ini jika tidak bekerja, tentu tidak ada uang, makanya saya berinisiatif membelikan sembako,” kata Alfedri yang kedekatannya dengan warga tak perlu diuji lagi.
Pemberian 30 paket sembako yang berisi beras, telur, ikan sarden, mi instan dan minyak goreng itu dimulai dari pribadinya sendiri.
“Setidaknya bantuan sembako ini cukup untuk makan mereka selama 1 minggu ke depan. Mereka yang tetap di rumah juga membutuhkan sembako,” kata Alfedri yang tidak hanya sekedar menyampaikan himbauan saja.
Alfedri menyadari saat ini banyak keluhan masyarakat kecil jika terus-terusan berada di rumah. Sebab masyarakat kecil harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Kalau mereka berdiam diri di rumah tidak ada yang dapat dimakan. Maka kita ringankanlah bebannya agar mereka bisa melakukan isolasi dan mempunyai stok sembako,” kata dia.
Bupati Siak juga mengaktifkan seluruh lini agar social distancing dan physical distanscing benar-benar menjadi kesadaran masyarakat. Ia juga meminta Camat Siak Tengku Indra Putra untuk mendata ODP Covid 19 yang terkategori keluarga kurang mampu.
“Semua cara harus kita lakukan untuk memutus rantai penyebaran covid 19, tentu dengan cara yang berempati kepada masyarakat,” kata Alfedri.
Awalnya, Alfedri mengetuk pintu hati jajarannya di Pemkab Siak untuk mengumpulkan donasi buat keluarga ODP Covid-19 pada saat memimpin rapat di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid 19, gedung mes Pemda, pertigaan jalan Rajakecik-Hangtuah. Rapat itu juga dihadiri oleh pimpinan Forkompinda.
Pengumpulan donasi tersebut dimulainya dari diri sendiri. Dalam rapat itu Alfedri menyatakan menyumbang 30 paket sembako.
“Donasi ini kita kumpulkan melalui koordinator dinas sosial saja. Satu paket saya hitung tidak mahal tapi signifikan untuk kebutuhan warga kurang mampu,” kata Alfedri.
Menurut dia, pengumpulan donasi ini hanya untuk internal Pemkab Siak terlebih dahulu. Bisa jadi berkembang secara terbuka yang melibatkan masyarakat umum dan pihak swasta.
“Ini permulaan yang bersifat pribadi kita saja, untuk meringankan beban saudara kita yang ODP namun kurang mampu. Agar mereka bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” kata dia.
Ia meminta pribadi pejabat dan ASN di Siak ikut mengumpulkan donasi untuk sembako. Semakin banyak terkumpul akan lebih baik, sebab sisanya bisa dibagikan ke masyarakat kurang mampu lainnya. Sedangkan bagi ODP yang mampu dan mempunyai stok sembako juga tetap berada di rumah.
Ide tersebut disambut gembira oleh jajarannya, termasuk pimpinan Forkompinda Siak. Sejumlah kepala dinas dan pimpinan Forkompinda juga bakal memberikan donasinya.
Di samping itu, pihaknya hingga hari ini juga mengupayakan adanya tambahan bantuan sembako dari kementrian sosial. Calon penerima bantuan sudah diusulkan melalui provinsi sebanyak 22ribu KK lebih.
“Penerima bantuan ini nanti bukan yang terima PKH atau bantuan lainnya,” kata Alfedri.
Perkembangan wabah virus Corona di Siak memang mengkhawatirkan warganya. Saat ini ada 2 PDP dan 93 ODP. Kemungkinan ODP akan bertambah sebab pemulangan WNI dari Malaysia melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun masih berlangsung.
“Kita tidak tahu apakah sampai di karimun mereka ke Siak. Ini yang belum kita ketahui, yang jelas kita harus siap-siap menghadapinya,” kata dia.










