oleh

KSOP Diminta Lebih Selektif Turunkan Penumpang yang Bukan Asal Meranti

SELATPANJANG – Pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang diminta lebih selektif menurunkan penumpang yang bukan asal Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sejumlah masyarakat Kepulauan Meranti pun mendatangi Kantor KSOP Selatpanjang pada Minggu (29/3/2020) siang. Kedatangan mereka adalah buntut dari kedatangan ratusan TKI asal Malaysia selama dua hari ini melalui Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

banner 300x250

“Kita minta ini dilakukan untuk mengantisipasi wabah virus Corona atau Covid-19 di Kepulauan Meranti,” ujar tokoh pemuda Kepulauan Meranti, Joni Katan.

Mereka berharap pihak KSOP agar lebih selektif lagi menurunkan penumpang yang bukan asal Meranti di Pelabuhan Tanjung Harapan.

“Kami berharap pihak syahbandar lebih selektif, ini agar masyarakat di Meranti tidak ada yang terinfeksi virus Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Lembaga Yayasan Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti, Mulyono SE M Ikom menjelaskan jika memang kejadian seperti ini terulang lagi maka pihaknya akan mengambil tindakan.

“Kalau memang kejadian seperti ini terulang lagi kami masyarakat akan mengambil tindakan yang lebih keras lagi terhadap perusahaan kapal,” tegas Mulyono.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang, Suharto mengatakan kapal yang membawa TKI bukan asal Kepulauan Meranti tersebut memang terdampar di Kepulauan Meranti dan tidak ada lagi pelayaran untuk kembali ke daerah lain.

“TKI bukan asal Meranti itu mereka dari Malaysia Kukup via Tanjung Balai Karimun, setibanya di Karimun mereka menggunakan kapal Ferry, pukul dua siang dengan tujuan selatpanjang, setibanya di Selatpanjang tidak ada lagi kapal yang berlayar ke tujuan asal mereka,” ujar Suharto.

Suharto menambahkan hingga saat ini para TKI tersebut sudah diberangkatkan ke tempat asal mereka dengan menggunakan kapal Ferry Dumai Line.

“KSOP sudah berkoordinasi dengan Polres dan pemerintah daerah, saat ini kapal rute dari Batam dan Balai sudah distop keberangkatannya. Sampai kita bisa memastikan bahwa yang kita bawa adalah masyarakat kita,” pungkasnya.