Ramadhan, Pemkab Meranti Tetap Perbolehkan Warganya Shalat Tarawih di Masjid, Tapi Wajib Patuhi Aturan Ini

SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tidak akan menutup masjid atau melarang warganya untuk menggelar shalat tarawih saat ramadhan 1441 Hijriah yang dimulai pada 24 April 2020 nanti dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, seperti yang diberlakukan di Jakarta atau wilayah lainnya yang masuk dalam zona merah. Namun Pemkab Meranti akan menerapkan sejumlah aturan yang wajib diikuti oleh masyarakat yang akan melaksanakan ibadah tarawih di masjid.

Untuk menetapkan aturan itu, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Meranti, Drs H Irwan MSi dan Wakil Bupati Drs H Said Hasyim, menggelar rapat koordinasi dengan forkopimda, Kepolisian Polres Meranti, Kejari Meranti, tokoh masyarakat/ulama, serta OPD terkait.

Karena Pemda Meranti menyadari untuk menetapkan hal itu tidak bisa bekerja sendiri dan harus pula mengkaji berbagai masukan dari pihak-pihak terkait untuk menyatukan sudut pandang agar masyarakat Meranti dapat terlindungi dari penyebaran virus Covid-19, namun pelaksanaan ibadah tetap dapat berjalan dan yang tak kalah penting tidak menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.

“Ya kita ingin ibadah tetap dapat dilaksanakan namun keselamatan umat tetap terjaga,” ujar Bupati Irwan, saat memimpin rakor Antisipasi Penyebaran Covid-19 di bulan suci ramadhan, bertempat di Aula Kantor Bupati Meranti, Kamis (16/4/2020).

Apa saja aturan yang wajib diikuti oleh warga dan pengurus masjid yang ingin menggelar Sholat Tarawih berjamaah di Masjid pada Bulan ramadhan nanti sesuai kesepakatan Rakor tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Kepulauan Meranti tetap memperbolehkan warga dan pengurus masjid untuk melaksanakan Ibadah Sholat Tarawih berjamaah di masjid dan mushala dengan tetap mematuhi SOP pencegahan penyebaran Covid-19.

2. Bagi masjid dan mushola yang menggelar shalat tarawih berjamaah diminta untuk melaksanakan 8 rakaat saja, bagi jemaah yang ingin lebih 8 rakaat diminta untuk menyambung di rumah masing-masing.

3. Saat pelaksanaan shalat tarawih berjamaah seluruh jamaah harus menggunakan masker jika tidak akan diamankan oleh petugas agar tidak membahayakan jamaah lainnya.

4. Tetap menjalankan protap physical dan sosial distancing.

5. Semua Sajadah harus dilipat dan kepada Jemaah disarankan untuk membawa sajadah dari rumah.

6. Pelaksanaan ibadah shalat tarawih dan tadarus di masjid dibatasi maksimal pukul 22.00 Wib.

7. Bagi remaja yang berkerumun disekitar masjid akan dibubarkan.

8. Jika jamaah merasa tubuhnya tidak sehat diminta untuk tidak melaksanakan ibadah tarawih di masjid cukup di rumah saja agar tidak menularkan penyakit ke jamaah lainnya.

9. Agar informasi ini dapat tersampaikan secara masif dan diketahui oleh jamaah dan khalayak ramai diminta kepada pengurus masjid untuk memasang spanduk terkait aturan ini.

Meskipun sebagian jamaah nantinya akan merasa berat melaksanakan aturan ini namun mau tak mau demi kepentingan yang lebih besar aturan ini harus dilaksanakan. Seperti diakui oleh Kapolres Meranti AKBP. Taufik Lukman dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 Polres Meranti akan menerapkan prosedur intervensi yakni pengamanan dengan ketegasan artinya bagi yang tidak mematuhi siap-siap terkena sanksi.

Dalam rapat tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Meranti, dr Misri Hasanto MKes, untuk mendukung pelaksanaan ibadah sholat tarawih nanti pihaknya akan memberikan ribuan masker kain yang tahan hingga berkali-kali pakai kepada jamaah.

“Saat ini kami telah mengadakan ribuan masker kain untuk dipakai oleh jemaah ketika shalat tarawih nanti,” aku Misri.

Sekedar informasi, turut hadir dalam rapat itu Ketua DPRD Meranti, Ardiansyah, Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, Kepala Kemenag Meranti, Agustiar, Perwakilan Kejari Meranti, Pabung Bengkalis, Mayor P Girsang, Asisten I Setdakab Meranti, Syamsuddin SH MH, Legislator Meranti, H Khozin, Ketua MUI Meranti, H Mustafa, Kabag Kesra Meranti Hery Saputra SH, Kabag Hukum, Sudandri Jauzah SH, Kabag Kominfo Meranti, Wan Fahriarmi, Kabag Humas dan Protokol Meranti, Rudi MH, Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi SH, Ketua KONI Meranti Hendrizal, tokoh masyarakat/agama dan pihak terkait lainnya. (rls)