Mahasiswa Demo Kantor Pelindo Pekanbaru, Desak Audit Perizinan Perusahaan di Perawang

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Pungli Provinsi Riau menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pelindo Regional 1 Pekanbaru, Jalan Saleh Abbas, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Jumat (31/7/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) M. Abdi Syahputra. Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan yang mereka sebut terjadi di kawasan Pelindo Perawang, Kabupaten Siak.

banner 338x250

Salah satu tuntutan yang disampaikan yakni meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan Pelindo Perawang mematuhi ketentuan mengenai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Persetujuan Lingkungan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta seluruh perizinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, massa juga mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan apabila ditemukan dugaan tindak pidana maupun penyalahgunaan kewenangan dalam proses operasional perusahaan. Mereka turut meminta penghentian sementara operasional perusahaan yang dinilai belum memenuhi seluruh persyaratan perizinan.

Tak hanya itu, para demonstran mendesak Pemerintah Kabupaten Siak agar menindaklanjuti hasil temuan Tim Yustisi secara tegas tanpa kompromi. Massa juga meminta Direksi PT Pelindo mengevaluasi kinerja General Manager Pelindo Regional 1 Pekanbaru atas dugaan pembiaran terhadap perusahaan yang disebut beroperasi tanpa memenuhi legalitas di kawasan Pelindo Perawang.

Dalam tuntutan lainnya, massa meminta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan terhadap aktivitas perusahaan yang beroperasi di kawasan pelabuhan.

Saat menyampaikan orasi, massa mengaitkan tuntutan tersebut dengan kasus kecelakaan kerja yang sebelumnya terjadi di salah satu perusahaan di kawasan Perawang. Mereka mendesak agar dilakukan audit terhadap perizinan dan dokumen lingkungan perusahaan yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut.

Massa juga menyampaikan dugaan adanya pembiaran terhadap perusahaan yang beroperasi di kawasan Pelindo Perawang. Dugaan tersebut merupakan bagian dari aspirasi yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Usai menyampaikan orasi, Koordinator Lapangan M. Abdi Syahputra membacakan surat tuntutan secara resmi di hadapan perwakilan PT Pelindo.

Selanjutnya, massa aksi diterima oleh Manager Keuangan PT Pelindo, Krisna, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Menanggapi tuntutan tersebut, Krisna mengucapkan terima kasih atas aspirasi yang disampaikan para mahasiswa dan menegaskan bahwa PT Pelindo terbuka menerima masukan dari masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh aspirasi yang telah disampaikan rekan-rekan mahasiswa. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pimpinan PT Pelindo di tingkat pusat untuk menjadi perhatian,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan yang terjadi di kawasan Perawang telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah bersama aparat kepolisian sesuai kewenangan masing-masing.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang diterima akan diteruskan kepada jajaran pimpinan agar dapat diproses dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

banner 970x250