Refocusing dan Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19 di Siak Mencapai Rp254 Miliar

banner 468x60

SIAK – Pemkab Siak telah melakukan rasionalisasi anggaran dengan mempertimbangkan pendapatan daerah yang menurun serta melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Total anggarannya mencapai Rp 254 miliar.

Bupati Siak, Alfedri mengatakan refocusing dan realokasi yang dilakukan Pemkab Siak ini merupakan tindaklanjut Surat Keputusan Bersama yang ditandatangani Menteri Dalam Negri dan Menteri Keuangan. Sejak Rabu pekan yang lalu Pemkab mempersiapkan perubahan anggaran dengan sebaik-baiknya terkait rasionalisasi, realokasi, maupun refocusing.

banner 400x400

“Setelah dipersiapkan, untuk refocusing dan realokasi oleh masing-masing OPD dan telah dibahas bersama DPRD dan Unsur Forkompimda, dikalkulasikan anggaran yang dapat dialokasikan untuk penanganan Covid 19 berjumlah kurang lebih Rp254 miliar,” kata Bupati Siak, Alfedri pada video conference bersama Gubernur Riau Syamsuar serta Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, Kamis siang, (23/4/2020) di Command Center Ruang Bandar Siak.

Bupati Siak, Alfedri menegaskan dalam pertemuan itu, program refokusing dan realokasi tersebut diarahkan untuk mendukung sarana dan prasarana kesehatan, jejaring pengamanan sosial masyarakat terdampak ekonomi, serta berbagai biaya operasionalisasi dalam pencegahan penanganan Covid-19.

Terkait bantuan sosial, kata dia berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial ads 27 ribu jiwa penerima, dan yang sedang diajukan ke Kementerian Sosial sebanyak 55 ribu jiwa. Sementara masyarakat terdampak sosial UMKM 1.900 jiwa dan kartu pra kerja 5.115 jiwa. Sehingga keseluruhan jumlah penerima manfaat berjumlah 39 ribu jiwa.

“Kami juga meyiapkan anggaran bantuan sembako senilai Rp200 ribu per Kepala Keluarga sebanyak 32 ribu paket sembako. Dengan perhitungan 39 ribu jiwa dikurangi yang sudah mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak 7.800. Keseluruhan anggaran yang dipersiapkan untuk ini sebanyak Rp32 miliar untuk perkiraan kebutuhan 3 bulan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Alfedri, Pemerintah Kabupaten Siak juga menyalurkan 8.000 paket sembako bantuan dan masker bagi ODP kurang mampu terdampak Covid-19, diluar item yang diprogramkan pada anggaran social safety net.

Untuk program sembako bersubsidi kata dia juga sudah dialihkan menjadi sembako gratis. Dimana pihaknya juga telah bertemu dengan Kepala Divre Bulog Riau untuk mempersiapkan distribusi 32 ribu paket bantuan sembako yang terdiri dari beras 10 kilo, minyak 1 liter, gula 1 kg, dan ikan sarden.

“Paket tersebut selanjutnya akan didistribusikan bekerjasama dengan TNI dan Polri hingga ke kampung-kampung,” kata Bupati dalam laporannya kepada Gubernur Riau melalui video conference yang didampingi Kapolres Siak serta Forkompinda dan sejumlah kepala OPD terkait.

Upaya lain yang dilakukan ialah pengadaan masker kain yang dipersiapkan lewat refokusing anggaran pada APBKamp sebanyak 2 unit per jiwa.

Selain itu dari jumlah penerima BLT sebanyak 4.000 jiwa lebih di Kabupaten Siak, ditambah dari Top Up BLT dari Bansos Kabupaten Siak sebanyak 18 ribu lebih, termasuk penerima manfaat Kartu Pra Sejahtera sebanyak 6.115 jiwa.

“BLT Dana Desa juga dipersiapkan untuk 11 ribu jiwa lebih penerima manfaatnya dengan jumlah anggaran sebesar Rp20 miliar. Untuk di kelurahan meskipun refokusing anggaran sudah kita persiapkan, namun yang terdampak BLT kelurahan belum termasuk Top Up,” ucap Bupati Alfedri.Adv

banner 970x250