Emil Dardak Sebut Jawa Timur Tak Menutup Kemungkinan Terapkan PSBB

KOTA MALANG – Semakin bertambahnya pasien positif corona di Jawa Timur, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak menutup kemungkinan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi, guna mencegah penyebaran corona, seperti yang diambil oleh Jawa Barat.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, tak menutup kemungkinan bila kebijakan itu diterapkan setelah melihat situasi dan dinamika yang berkembang di lapangan.

“Saya rasa begini, semua opsi kita pertimbangkan tiap hari. Ini dinamika berubah terus tiap hari. Jadi saya tidak bisa bilang kita akan atau tidak akan menerapkan seperti itu,” ujar Emil Dardak saat memberikan bantuan kepada ratusan mahasiswa luar Jawa Timur di Kota Malang, Sabtu (2/5/2020).

Menurutnya, setelah penerapan PSBB di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, serta rencana pengajuan PSBB oleh Malang raya. Sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti di Kabupaten Magetan dan Probolinggo, mulai mempertimbangkan penerapan PSBB.

 Korban Covid-19

“Tapi untuk Magetan klusternya jelas gimana, mobilitas ini juga terbatas walau di dalam Kabupaten Magetan. Oleh karena itu, kita juga melihat langkah Pak Bupati (Magetan) untuk melakukan tanda kutip PSBB lokal itu juga sangat baik,” terang mantan Bupati Trenggalek ini.

Sejauh ini upaya pengendalian penyebaran corona disebut Emil, masih bisa diintesifkan dan dimaksimalkan, tanpa melalui PSBB. Namun ia juga tak memastikan Pemprov Jawa Timur tak akan mengambil langkah PSBB satu provinsi bila melihat perkembangan dinamika di lapangan.

“Oleh karena itu kami melihat saat ini langkah ini masih bisa diintensifkan. Tapi saya tidak mengatakan tidak usah PSBB, jangan bilang seperti itu. Karena sudah ada protokol di aturan Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” jelasnya.

“Setiap kepala daerah yang merasa perlu terapkan itu sudah ada protokol yang jelas bagaimana mengusulkan PSBB,” pungkasnya.

(wal)