oleh

BBKSDA Riau Minta Pengelola Kasang Kulim Persiapkan Syarat untuk Buka Kembali

PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meminta pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim bersiap memenuhi persyaratan agar bisa membuka kembali kebun binatang untuk umum pada era kenormalan baru.

“Kami sudah minta untuk bersiap-siap menghadapi era new normal (kenormalan baru), agar Kebun Binatang Kasang Kulim menyiapkan segala sesuatunya bila kelak mendapatkan izin untuk buka kembali,” kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono dalam keterangan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Senin (1/6/2020).

banner 300x250

Kasang Kulim adalah kebun binatang satu-satunya di Riau. Pemerintah menutup sementara kebun binatang di Kabupaten Kampar itu sejak April 2020 guna mencegah penyebaran COVID-19. Selama ditutup, petugas BBKSDA melakukan penyemprotan disinfektan ke fasilitas kebun binatang tersebut.

Awalnya kebun binatang hanya ditutup sementara selama 20 hari, namun penutupannya kemudian diperpanjang karena Riau menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus mata rantai COVID-19.

Setelah PSBB Riau berakhir pada 28 Mei, BBKSDA Riau meminta pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim bersiap untuk membuka kembali kebun binatang dengan menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

​​​​​​​Menurut Suharyono, pengelola kebun binatang sebaiknya memasang spanduk atau papan informasi tentang protokol kesehatan di depan pintu masuk, menyiapkan alat ukur suhu untuk mengukur suhu badan pengunjung, serta harus menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun di beberapa titik kebun binatang.

Selain itu, menurut dia, pengelola kebun binatang harus membatasi jumlah pengunjung yang berada di dalam kebun binatang guna mencegah kerumunan.

“Batasan pengunjung yang berada di dalam kebun binatang tidak boleh berakibat tidak dipatuhinya physical distanching. Tidak boleh desak-desakan,” katanya.

Kalau pengelola Kasang Kulim sudah siap menerapkan protokol kesehatan dan memenuhi syarat pembukaan kembali kebun binatang, Suharyono mengatakan, “Kita akan laporkan ke pimpinan untuk mendapatkan persetujuan (pembukaan kembalI,” tutupnya.