oleh

Masyarakat Dua Desa di Pelalawan Klaim Lahan Mereka Dijadikan HTI PT Arara Abadi

PANGKALAN KERINCI – Perwakilan warga Desa Pangkalan Tampoi Kecamatan Kerumutan dan Desa Lubuk Keranji Timur Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan mengklaim saat ini lahan pemakaman dan perladangan seluas 60 hektare sudah dijadikan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi.

Perwakilan warga menyampaikan hal ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, terkait tanah pemakaman masyarakat kedua desa ini.

RDP digelar di ruang rapat Komisi l DPRD Pelalawan, dipimpin Ketua Komisi Imustiar didampingi Nasarudin Usman dan Sozifao Hia, Selasa (23/6/2020).

Pertemuan diikuti perwakilan masyarakat Desa Pangkalan Tampoi, Dinas Sosial (Dissos), DPMPTSP, dan Bagian Tata Pemerintah Sekdakab Pelalawan, Manajemen PT Arara Abadi (AA) yakni Edy Harris didampingi Erwan, Marhalim dan stafnya.

Perwakilan warga yang juga ahli waris pemilik lahan pemakaman dan perladangan meminta agar perusahaan mengembalikan dan tidak menggarap lahan mereka seluas 60 hektare. Diduga lahan tersebut masuk dalam areal HTI PT Arara Abadi.

“Tak perlu dibayar sewa atau apapun, kami hanya minta lahan itu dikembalikan. Itu saja,” kata perwakilan warga di forum pertemuan.

Perwakilan warga yang datang turut membawa berkas berupa dokumen yang menjadi pegangan hak atas lahan pemakaman dan perladangan itu.

Direktur PT Arara Abdi, Edy Harris mengatakan, pihaknya sangat terbuka atas pengaduan dari masyarakat terkait lahan yang diklaim milik warga yang bersinggungan dengan HTI perusahaan.

Solusinya, kata Harris, semua pihak harus turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan ke lapangan berdasarkan dokumen yang dimilik warga.

“Mari kita sama-sama cek ke lapangan. Kita carikan solusinya yang terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.

Usulan managemen perusahaan itupun disambut oleh perwakilan warga maupun anggota dewan dan dinas terkait yang hadir pada pertemuan itu.

“Sudah disepakati, tim akan turun Hari Sabtu ini ke lapangan melakukan kroscek dan verifikasi. Pastinya yang dicari adalah solusi terbaik,” ujar Ketua Komisi l DPRD, Imustiar.

Kesimpulan pada pertemuan dengan kesepakatan pembentukan tim yang akan turun langsung ke lapangan. Tim akan melakukan verivikasi data di lapangan untuk dicari jalan penyelesaian.*