oleh

BEM FMIPA Unri Gelar Ngobrol Online ”Efektivitas Kebijakan New Normal Terhadap Perekonomian Masyarakat”

PEKANBARU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri) menggelar Ngo-Line (ngobrol online) secara terbuka untuk mahasiswa di seluruh Indonesia, Sabtu (28/6/2020) malam.

Ngobrol online bertemakan “Efektivitas Kebijakan New Normal Terhadap Perekonomian, Gaya Hidup dan Perilaku Masyarakat” ini bertujuan memberikan pandangan kepada masyarakat tentang penerapan New Normal untuk menumbuhkan kembali perekonomian Indonesia yang sedang menurun, namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Ngobrol online melalui aplikasi Google Meet ini menghadirkan narasumber M Yogi Riantama Isjoni, SE MM, dosen Pendidikan Ekonomi Unri. Yogi mengatakan, New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Tujuan New Normal adalah untuk menumbuhkan kembali perekonomian di Indonesia yang sedang menurun dan mempercepat penanganan virus Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.

Lanjut Yogi, New Normal sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, Skenario New Normal dapat dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di suatu wilayah terkait.

Penetapan New Normal, sambungnya, harus memenuhi beberapa aspek untuk efektivitas keberhasilan New Normal terhadap masyarakat. Pertama, aspek peraturan. Aturan ditegakkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kedua, aspek fungsi. Tugas pemerintah tidak hanya sebagai pembuat kebijakan, namun juga sebagai pengawas. Ketiga, aspek program. New Normal harus sesuai dengan rencana dan program. Keempat, aspek kondisi. Memungkinkan atau tidak, apabila dilakukan di Indonesia.

Dituturkan Yogi, kebijakan pemerintah mengenai New Normal ini pasti selalu menimbulkan pro dan kontra, sehingga kesadaran displin dari masyarakat itu sendiri merupakan penerapan yang paling efektif dalam menanggapi pandemi Covid-19 ini.

“Saya rasa New Normal belum siap untuk diterapkan di Indonesia, karena mempertimbangkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap penularan Covid-19 masih rendah. Kunci untuk meminimalisir penularan Covid-19 adalah disiplin,” ujar Yogi.

Yogi mengimbau seluruh masyarakat Indonesia menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap masyarakat Indonesia menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mematuhi protokol kesehatan, seperti ketika berpergian, selalu pakai masker dan menggunakan hand sanitizer apabila keluar rumah, selalu mencuci tangan dan selalu menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain (physical distancing),” tutup Yogi.

Indra Jayanto selaku Kadis Sosial Masyarakat BEM FMIPA Unri berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan semoga ilmu yang diperoleh pada diskusi online kali ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.rls