Jenazah Rama Wahyudi Tiba di Pekanbaru, Mayjen TNI Irwansyah: TNI Berikan Bintang Penghargaan

banner 468x60

PEKANBARU – Tiba di Pekanbaru, jenazah prajurit TNI, Pelda Anumerta Rama Wahyudi, yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika, diterima langsung oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah, Jumat (3/7/2020).

Pantauan GoRiau di lapangan, jenazah Rama tiba di Landasan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, sekitar pukul 10.50 WIB menggunakan pesawat Hercules.

banner 400x400

Di lokasi penyerahan jenazah, tampak hadir istri dan 3 anak almarhum, Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima, Kapolresta Pekanbaru, juga dari perwakilan DPRD Riau.

Tampak pasukan TNI dan Polri menyambut kedatangan jenazah Rama, dan langsung melaksanakan upacara penyerahan jenazah, yang diserahkan oleh seorang komandan pasukan Kongo berpangkat kolonel, dan diterima oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah.

Selanjutnya, jenazah Rama dibawa ke dalam ambulance, dengan diiringi musik penghormatan dari Korps Musik (Korsik) Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Jenazah dibawa ke rumah keluarga untuk dilakukan penyerahan. Kemudian nantinya akan dilaksanakan upacara pemakaman pada pukul 14.00 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma Pekanbaru.

“Iya ini baru saja, kami datang dari Medan, ada Kapolda dan yang lainnya disini dalam rangka menerima almarhum, memberikan penghormatan terakhir. Dan sekaligus melakukan pendampingan kepada keluarga dalam menghadapi cobaan ini,” kata Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah,usai melaksanakan upacara penerimaan jenazah.

Selanjutnya Irwansyah menyampaikan, kepada Rama, pihak TNI telah memberikan penghargaan berbentuk kenaikan pangkat, dan akan memberikan kepada santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kita berikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada almarhum berupa kenaikan pangkat luar biasa, atas darma bakti dan pengorbanannya ya, nyawa pun diberikannya, jadi TNI memberikan bintang penghargaan. Kalau santunan itu kan otomatis ya,” tutup Irwansyah.

Untuk diketahui, Rama yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika. Rama gugur karena terkena serangan dari milisi setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat rombongan tengah bertugas melakukan pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco.

Saat itu, para prajurit tengah melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat. Namun, ketika perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dari kelompok bersenjata.

Kelompok bersenjata tersebut menghujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Setelah terjadi kontak senjata, diketahui Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri.

banner 970x250