Tak Ingin Warga Pelalawan Kecewa, Eka Minta Anggaran Pembangunan Lintas Bono Tak Digeser

banner 468x60

PEKANBARU – Anggota DPRD Riau Dapil Siak – Pelalawan, Markarius Anwar berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak menggeser pembangunan jalan lintas menuju Bono, Pelalawan.

Dikatakan Politisi PKS ini, pembangunan lintas Bono harus terus diteruskan, karena sampai hari ini masih ada 80-90 km lagi jalan yang mesti di aspal oleh Pemprov Riau.

banner 400x400

Pada tahun 2020, ujar Pria yang kerap disapa Eka ini, ada anggaran di APBD Riau 2020 diperuntukkan ke pembangunan jalan lintas yang sudah dinantikan bertahun-tahun oleh masyarakat ini.

“Lintas Bono ini harus diteruskan, tahun ini kan dapat jatah pembangunan 10 km. Kita mohon janganlah digeser untuk Covid-19,” kata Eka kepada GoRiau.com usai menyambut aspirasi dari masyarakat, Rabu (8/7/2020).

Jalan ini, sambung Eka, merupakan pembangunan yang paling bisa dilihat masyarakat bersumber dari APBD Provinsi Riau. Sehingga, jika pembangunan ini ditunda tentunya akan mengecewakan masyarakat Pelalawan.

Eka melanjutkan, jalan lintas ini harus segera digesa oleh pemerintah, apalagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan sudah menyiapkan Pelabuhan Sokoi yang diharapkan bisa meningkatkan sektor ekonomi masyarakat Pelalawan.

“Iya akses jalan ke Sokoi itu lintas Bono itu, seberang Kuala Kampar itu pelabuhannya. Jadi kalau sudah di bangun pelabuhan, orang akan masuk ke Riau dari Batam. Kan lebih nyaman lewat laut daripada jalan darat,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Komisi V, Syahrul Aidi di depan Menteri Perhubungan, Budi Karya, memaparkan ada beberapa program strategis yang dapat diakomodir oleh Kemenhub di Riau.

Program strategis ini dia yakini akan menunjang pembangunan nasional di wilayah barat Indonesia.

“Potensi wisata di Riau tidak kalah bagus dan baik. DIantaranya adalah wisata Bono di Pelalawan. Bono itu hanya ada dua di Dunia ini. Bupati Pelalawan telah mengajukan pembangunan pelabuhan Sokoi yang akan menguhubungkan Pelalawan dengan Batam dan Singapura,” terang Syahrul Aidi.

banner 970x250