Sejak 20 Tahun Rusak Parah, Jalan Pencing Lestari II Kandis Akan Diperbaiki, Ahmad: Alhamdulillah Bupati Datang

banner 468x60

SIAK – Jalan Pencing Lestari di Dusun Lestari II Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau yang sejak tahun 2000 ditinggalkan oleh PT Arara Abadi tidak pernah tersentuh pembangunan.

Bahkan, Ahmad (72) warga setempat yang sejak kecil sudah tinggal di sana menyebutkan sudah 7 kali berganti presiden RI, tapi jalan di kampung mereka masih tetap saja rusak parah dan tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

banner 400x400

“Sudah 7 kali presiden ganti, tapi tidak ada perubahan apapun untuk kampung ini termasuk infrastruktur jalannya. Bagaimana ekonomi masyarakat di sini bisa meningkat jika jalannya saja rusak parah,” kata Ahmad kepada GoRiau.com, Rabu (8/7/2020).

Ahmad yang sehari-hari mencari ikan di Sungai Mandau mengaku senang Bupati Siak Alfedri datang berkunjung ke pondoknya. Ia bisa menyampaikan isi hatinya untuk memajukan daerah yang disebutnya jalur lintas kerajaan pada masa Sultan Siak.

“Alhamdulillah, Bupati Siak Alfedri datang langsung melihat kondisi kampung ini. Kalau jalannya rusak, jelas akan membahayakan orang yang lewat. Sudah lama kami sedih melihat kondisi jalan yang rusak ini,” kata pria yang mengenakan baju bercorak batik warna merah.

Apa yang disampaikan oleh warga itu juga sudah pernah didengar Bupati Siak Alfedri pada Desember 2019 saat mengikuti muhasabah di Kampung Sakinah, Kampung Pencing Bekulo.

“Ada permintaan masyarakat di sini untuk pengembangan persawahan serta peningkatan jalan dari base ke aspal. Makanya hari ini kita bersama Dinas PU Tarukim turun mengecek langsung kondisi jalan yang dimaksud dan Dinas Pertanian untuk mengecek lokasi persawahan yang dimaksud,” kata Bupati Siak.

Bupati menyebutkan jalan yang merupakan salah satu akses penghubung dengan Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau ini diusulkan perbaikannya tahun 2021 melalui instansi terkait.

“Tadi permasalahannya sudah kita dengar langsung dari warga, seperti di persawahan yang selalu mengalami banjir saat intensitas hujan cukup tinggi. Artinya perlu infrastruktur untuk mengatur debit air di sana,” kata Alfedri.

Sementara itu, Penghulu Pencing Beluko Eka Indrawan Sinaga mengatakan ada sekitar 800 warga di kampung itu yang sangat mendambakan perbaikan jalan itu segera diperbaiki.

Selain itu ada 300 hektar lahan berpotensi untuk persawahan di Kampung Jambai Makmur yang sudah digarap seluas 40 hektar. Sayangnya hasil panen tidak bagus karena area persawahan sering banjir.

“Apa yang diharapkan warga tadi juga sudah kita jelaskan kepada pak bupati dan juga dinas terkait. Kita ingin infrastruktur di persawahan ini segera dibangun, sehingga nanti 1 hektar lahan bisa dikelola oleh 1 KK,” kata Eka kepada GoRiau.com.

Gayung bersambut, Dinas PU Tarukim Siak rupanya sudah membuat perencanaan peningkatan Jalan Dusun Lestari II di Kampung Bekulo serta infrastruktur di area persawahan tersebut. Untuk Jalan yang panjangnya mencapai 9,2 kilometer itu akan ditingkatkan bertahap.

“Tahap pertama kita usulkan 3,2 kilometer untuk diaspal melalui DAK 2021, itu dimulai dari Jembatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis. Anggarannya sekitar Rp14,6 miliar,” kata Kadis PU Tarukim Siak, Irving Kahar.

Sedangkan untuk persawahan Pencing Bekulo ini sejumlah infrastruktur pendukung pengairan juga akan dibangun, seperti bangunan pintu pengatur air, tanggul penahan banjir, jaringan primer dan lainnya.

“Makanya kita hari ini survei dulu, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tujuannya agar hasil pertanian masyarakat nanti bagus dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Ini juga yang menjadi harapan bupati Siak yang ingin warganya hidup sejahtera,” kata Irving.

banner 970x250