SIAK – Penanaman perdana replanting program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) KUD Lembah Kelapa Sawit, di Kampung Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau berjalan sukses.
Bupati Siak Alfedri dalam kesempatan itu menyebutkan Pemkab Siak siap memberikan bantuan bibit tanaman tumpangsari seperti jagung kepada petani yang melakukan replanting. Ini bertujuan agar tidak timbul kemiskinan baru karena proses peremajaan tersebut
“Dalam proses peremajaan hingga bisa panen, Pemerintah Kabupaten Siak siap membantu dalam memberikan bibit tumpangsari seperti jagung yang nantinya akan kami serahkan untuk 170 hektar lahan replanting,” ucapnya, Selasa (14/7/2020).
Bupati mengaku senang, warganya bisa mendapatkan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk peremajaan ini.
“Alhamdulillah saat ini dana dari program PSR telah meningkat, untuk satu kapling mendapatkan Rp60 juta atau 1 Hektar Rp30 juta”, kata Alfedri.
Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan termasuk PTPN V, akan mendorong penyerapan dana dari BPDPKS.
“Dari Rp 2.5 triliun dana BPDPKS, baru terserap sekitar Rp500 miliar atau sekitar 20 persen. Oleh karena itu, kita dorong untuk menyerap dana tersebut dengan beberapa kemudahan yakni bisa dari Koperasi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau kelompok tani,” kata Bupati Siak itu.
Kemudian Alfedri juga berharap PTPN dapat membina dan membimbing masyarakat petani sawit agar bisa mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System).
“Karena dengan adanya sertifikat ISPO ini, produksi akan meningkat dan harganya menjadi premium di Pabrik. Jelas nantinya akan mengangkat pendapatan masyarakat,” harap Bupati Alfedri.
Untuk di kabupaten Siak, sertifikasi ISPO sudah dilakukan di 4 Kampung, yakni Kampung Mandi Angin, untuk Kampung Teluk Mesjid dan Kampung Dosan dibantu oleh LSM Lingkungan Winrok, sedangkan untuk di Kampung Koto Ringin sedang dalam proses.










